Peneliti Universitas Indonesia Danardono Agus Sumarsono mengungkapkan kalau untuk urusan teknologi sebenarnya tidak ada masalah yang berarti.
"Untuk teknologi kita bisa pilih dari teknologi yang ada di dunia, kita bisa beli lisensinya sambil peneliti terus mengembangkannya," ungkap Danardono saat dihubungi detikOto, Jumat (4/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi yang jelas peneliti kita siap membantu. Kita punya banyak peneliti dari BPPT, dari LIPI, dari kampus. Kalau perlu kita panggil peneliti kita yang di luar. Teknologi listrik saat ini sudah maju, hanya saja masih terkendala di teknologi storage, kita bisa bersama-sama mengembangkannya," imbuh Danardono.
"Dan roadmap harus dibuat, dibagi target jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang. Kalau kita mau, kita bisa," tegasnya.
UI sebenarnya telah meneliti sistem kerja mobil hybrid dan listrik mulai tahun 1997 hingga sekarang.
"Kita sudah punya 6 prototipe sejak 1997 sampai sekarang dengan elektronik traksi kontrol, plug-in variable intermittent wiper, energi termal regeneratif, desain knukle roda depan terintegrasi," paparnya di Kampus UI Depok, Kamis (29/3/2012).
Seperti diketahui, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan gagasan untuk memulai era mobil listrik di Indonesia untuk menghemat penggunaan BBM.
Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta mengatakan kalau sebenarnya sudah lama BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) dan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) melakukan riset mobil listrik dan sudah ada beberapa hasilnya.
Sementara untuk menjalankan arahan Presiden SBY, Gusti mengatakan pihaknya akan mencoba mendekati produsen otomotif untuk bisa memproduksi mobil listrik ciptaan dalam negeri.
"Presiden juga sudah panggil 5 perguruan tinggi untuk bikin roadmap mobil listrik dan mereka harus memaparkan Mei atau Juni ini. Perguruan tingginya adalah UGM, UI, ITB, ITS, UNS," kata Gusti.
SBY ingin mobil listrik sudah bisa dibuat pada 2014 dengan cara meningkatkan penelitian. Saat ini kendala utama penciptaan mobil listrik adalah pembuatan baterainya.
"Pada 2014 sudah mulai. Saya nantinya inginnya mobil yang sudah jadi itu mau saya pakai. Tapi nanti tulisannya mau saya ganti. Itu ditulis green car masyarakat nggak ngerti. Nanti saya mau tulis 'mobil listrik' di muka samping belakang. Mau saya pakai untuk pegawai-pegawai," tutur Gusti.
Untuk mempersiapkan pengembangan mobil listrik ini, bahkan pemerintah juga memikirkan penyiapan stasiun pengisian listrik untuk mobil listrik tersebut.
Menteri Negeri BUMN Dahlan Iskan sebelumnya menyatakan pihaknya menggandeng 4 putera petir untuk mengembangkan mobil listrik.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!