Bagi Leasing, Kenaikan DP Kredit Lebih Bahaya dari BBM

Bagi Leasing, Kenaikan DP Kredit Lebih Bahaya dari BBM

- detikOto
Kamis, 26 Apr 2012 11:13 WIB
Bagi Leasing, Kenaikan DP Kredit Lebih Bahaya dari BBM
Jakarta - Bagi lembaga pembiayaan, kenaikan uang muka kredit dinilai lebih berpengaruh daripada kenaikan atau pembatasan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Seperti yang diungkapkan New Car 2 Marketing Deputy Division Head PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, Sewaka Ramadhani di Jakarta.

"Pengaruh kenaikan BBM pasti ada, mungkin ini tidak akan berpengaruh besar seperti kenaikan Down Payment," ujar Sewata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ini bukanlah tanpa alasan, soalnya kenaikan BBM yang berujung kepada pengawasan penggunaan BBM bersubsidi ditanah air belum ketat.

"Lagi pula kenaikan BBM itu membuat kendaraan premium akan menggunakan bahan bakar bersubsidi. Terlebih pengawasan belum ketat," ujarnya.

Sementara itu Used Car Marketing Deputy Division Head Arief Norman menuturkan Adira di triwulan pertama ini belum mengambil langkah pasti terkait kebijakan itu. "Kita masih wait and see," ujarnya.

Namun bukan berarti Adira sebagai salah satu leasing terbesar di tanah air, tidak menyiapkan strategi baru akan kebijakan pemerintah untuk menaikan DP.

"Kami masih terus menunggu kebijakan pemerintah, dan kami telah memiliki beberapa strategi. Namun untuk saat ini kami belum bisa berbagi," katanya.

ATPM, Leasing dan Diler Harus Kolaborasi Hadapi kenaikan DP

Meski mengakui bakal terpengaruh, Adira berpendapat dampak kenaikan DP masih bisa diperkecil bahkan ditanggulangi.

"Karena yang bermain di dalam dunia otomotif itu banyak seperti ATPM, leasing, dan diler. Mungkin akan ada antisipasi-antisipasi yang terkait dengan kenaikan Down payment(DP)," ujar Seweta.

Menurutnya ketiga element ATPM, Leasing dan Dealer, harus bisa meracik suatu cara agar bisa mengatasi dampak buruk kebijakan itu.

"Kita masih optimis hingga bulan Juni 2012 besok, karena semuanya(kebijakan kenaikan DP)semuanya belum jelas. Dan semuanya masih sama(stabil), tahun lalu kami mampu menjual hingga Rp 11 triliun dan tahun 2012 ini kami memiliki target hingga Rp 12,5 triliun untuk penjualan roda empat dan ini belum berubah," tambah Marketing Development and Promotion Departement Head, Kristian Nugraha Yosef.

(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads