BMW Sangkal Semua Tuduhan Iswahyudi

BMW Sangkal Semua Tuduhan Iswahyudi

- detikOto
Senin, 23 Apr 2012 16:02 WIB
BMW Sangkal Semua Tuduhan Iswahyudi
Jakarta - Pemilik BMW Z4, Iswahyudi Ashari, telah melaporkan kasus pencemaran nama baik dirinya yang diduga dilakukan oleh Presdir PT BMW Indonesia Ramesh Divyanathan. Namun BMW dengan tegas membantah segala tuduhan tersebut.

Corporate Communication Director PT BMW Indonesia Helena Abidin kepada detikOto menjelaskan kalau saat ini pihaknya telah memberi kuasa menangani kasus tersebut pada pengacaranya Assegaf Hamzah & Partners (AHP).

"Sementara ini kita reject tuduhan itu. Kami juga sudah menunjuk lawyer untuk menanganinya," jelas Helena.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita membantah tuduhan-tuduhan itu, tapi kalau kita tidak mau dahulu berbicara detil masalah. Biar lawyer saja," tambahnya lagi.

Seperti diketahui, pemilik BMW Z4, Iswahyudi melaporkan pimpinan BMW Indonesia ke Mabes Polri dengan kasus pencemaran nama baik dengan nomor laporan TBK/156/Bareskrim terkait pasal 310 atau pasal 27 ayat 3 JO Pasal 45 ayat 1 UU No. 11 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Kedua kasus ini yang kita adukan, penipuan juga sebenarnnya juga ada, itu akan menyusul. Karena yang mereka janjikan itu sebenarnya omong kosong. Bilangnya begini-begitu, 2 tahun dengan jaminan ekuvalen di bawah 50 ribu. Ini sebenarnya penipuan publik," ujar Iswahyudi Bareskrim Mabes Polri, di Jalan Trunojoyo Jakarta, Senin (23/4/2012).

Kronologis kerusakan menurut Iswahyudi berawal dari kerusakan pada bagian mesin, dimana kendaraan miliknya ini di saat kecepatan mencapai 40 km/jam BMW Z4 miliknya pun brebet dan mati total, hal ini langsung dilaporkan ke BMW Indonesia.

"Tapi melalui email Ramesh saya dibilang mau memakar salah satu Showroom BMW. Emailnya dia menuduh saya, saya akan membakar showroom BMW. Enggak tahu showroom yang dimana,"ujar Iswahyudi menggebu-gebu.

Kerusakan BMW Z4 milik Iswahyudi terjadi pada 24 Maret 2012 pukul 01.00 pagi di jalan Gatot Subroto. Akhirnya pada tanggal 30 Maret 2012 Iswahyudi mengutus supirnya untuk mengantar mobil tersebut ke bengkel BMW yang berada di Sunter Jakarta Utara.

Iswahyudi pun menanyakan kembali kepada pihak BMW pada tanggal 6 April 2012 dan meminta kendaraan pengganti sementara. Iswahyudi diberi kendaraan pinjaman seri 7 pada tanggal 10 April 2012. Namun kendaraan tersebut pun bermasalah mengalami mati total dengan permasalahan Engine Overheat di tol Cawang jakarta Timur.

"Kerugian saya tidak terbayangkan, saya jalan kalai dari tol Cawang mencari taksi, agar bisa janji saya dengan seseorang terpenuhi. Akhirnya gagal pertemuan saya, akhirnya saya hubungi pihak BMW untuk mengambil. Dan sekarang saya dikasih mobil pengganti BMW X5, tapi sekarang saya taruh saja di rumah saya, karena saya takut ada problem lagi. Harusnya mereka memberi saya dengan mobil pengganti yang berkualitas," ujarnya dengan nada tinggi.

Setelah melaporkan pencemaran soal nama baik kepada Bareskrim Mabes Polri Jakarta Selatan. Iswahyudi siap mengajukan nasibnya ke BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen).

"Nanti dulu karena ada step-stepnya kita melaporkan. Ke lembaga konsumen akan kita laporkan juga, pasti akan kesana, kita tidak akan berhenti sampai disini. kalau nggak kita nanti dibodohin terus oleh asing(BMW) ini," ujar Iswahyudi.

Dirinya mengaku melakukan ini supaya masyarakat berhati-hati jangan beli merek saja. Tapi beli kualitasnya, lebih baik kita beli Avanza atau Xenia ketahuan ini lebih nyaman," ujarnya

Berikut email yang diduga dari Ramesh Divyanathan yang dianggap mencemarkan nama baik Iswahyudi:

Dear Pak Iswayudi,

I would like to inform you that the meeting this morning has been cancelled.

This is due to the aggressive behavior and threats made to me and Astra Sunter last evening by pak Rian of Muara Karta & Partners.

Astra has made a police report following the threat to burn the showroom.

We regret this turn of events and the behavior of those who say they are acting on your behalf.

But as a result of this, all further correspondence on this matter will be handled directly by our lawyer and the lawyer of Astra:

PT BMW Indonesia
Ramesh Divyanathan
President Director


(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads