"Yang membedakan ini hanya pada bagian akselerasinya saja, lebih kurang dibanding mobil dengan bahan bakar bensin. Memang teorinya BBG akselerasinya lebih kurang 20 persen (dari mobil bensin), tapi ramah lingkungan dan irit," ujarnya saat ditemui di UGM Kampus Jakarta, Jalan Dr. Saharjo 83 Tebet Jakarta Selatan, Kamis (19/4/2012).
"Kalau mau akselerasi tinggi gunakan bensin," timpal Dr Jayan Sentanuhady, dosen pembimbing dan ketua group penelitian konverter gas UGM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Padahal bila tidak menggunakan conventer kit Baleno milik UGM ini mengkonsumsi bahan bakar 1 liter untuk 10 km. Hal ini juga membuktikan 2 hal, jarak tempuh lebih jauh dan harga lebih murah (irit)," tambah Jayan.
(/)












































Komentar Terbanyak
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik
Pernyataan Taksi Green SM usai Kecelakaan Kereta di Bekasi