Aturan pembatasan BBM bersubsidi itu pun coba dikritisi oleh Suzuki. Produsen mobil asal Jepang itu menilai pembatasan BBM bersubsidi tidak jelas arahnya dan akan mengganggu konsumen yang bersentuhan langsung dengan aturan tersebut.
"Tidak mengerti arahnya ke mana," kata Ditektur Sales dan Marketing PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Endro Nugroho di Denpasar, Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Problem utama adalah caranya bagaimana? Perlu ada sinkronisasi kebijakan. Pembatasan ini implikasinya banyak. Awalnya 1.500 dan muncul 1.300 kita. Nanti orang tidak terima dan pompa bensin dibakar. Agak menyulitkan kami sebelum kebijakan itu jelas," ujar Endro.
Â
Suzuki tidak bisa berkomentar lebih banyak lagi soal peraturan tersebut. Suzuki saat ini lebih baik menunggu dan baru bereaksi setelah peraturan tersebut terpalikasi.
"Jawaban yang paling tepat kita tunggu dan baru ambil sikap. Kita keep watching apa yang terjadi di Jakarta," pungkasnya.
Sementara itu di tepat yang sama Direktur Marketing PT Suzuki Indomobil Sales Davy Tulian menyarankan pemerintah harus memikirkan regulasi tersebut matang-matang apakah regulasi ini benar-benar tepat untuk masyarakat Indonesia.
"Regulasi itu harus dipikirkan dulu. Apakah sudah sesuai dengan segmentasi di Indonesia. Mereka (pemerintah) belum kompak," tutupnya.
(/)











































Komentar Terbanyak
Segini Hematnya Pakai Motor Listrik, Bisa Nabung Belasan Juta Rupiah!
Viral Sopir Alphard Tak Terima Ditegur Satpam usai Terobos Lampu Merah
Ramai Aksi Warga Perbaiki Sendiri Jalanan, Padahal Sudah Bayar Pajak Kendaraan