Seperti yang diungkapkan Aryo Wirawarman, seorang pengguna Nissan March yang juga merasa ditipu oleh iklan Nissan.
"Kalau keputusan pengadilan positif, saya akan melakukan class action Bersama teman-teman yang merasa ditipu juga," ujar Aryo di sela-sela sidang di PN Jaksel, Kamis (12/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada sekitar 2 dijit pengguna Nissan March yang merasa ikut tertipu juga. Bila keputusan pengadilan positif kami akan melakukan 'Class Action'. Jika ada yang mengatakan saya dengan pihak Nissan sudah sering bertemu dan telah melakukan tes bersama. Itu sih Nissan lebay, saya belum pernah melakukan itu," tegasnya.
Namun rasa kecewa Ario terhadap Nissan March bukan sekedar ikut-ikutan Ludmilla yang kini digugat kembali pihak Nissan. Pasalnya keluhan Ario pun telah disuarakan sejak tahun 2011 lalu.
"Saya pernah membuat tulisan disurat pembaca di Kompas pada tanggal 28 Agustus 2011, Karena setelah saya kendarai mobil saya (Nissan March) selama 4 hari saya merasa mobil saya boros. Saya melakukan tes sendiri menggunakan odometer, yang saya dapatkan 10,1 km/liter," katanya.
"Makanya saya dateng ke Nissan TB Simatupang, dan langsung diperiksa dengan kepala bengkel. Dan menurut dia konsumsi bahan bakarnya memang segitu. Merasa tidak puas 2-3 hari kemudian, saya ke Nissan yang berada di Halim, jawabannya sama. Banyak juga kok cerita mereka banyak yang kecewa dengan nissan March," tambahnya.
Akhirnya Aryo pun mendatangi kantor pusat Nissan Motor Indonesia, dengan maksud meminta kembali uangnya.
"Akhirnya saya ke Nissan motor Indonesia, saya ketemu dengan bapak Dinno Customer Relation, saya meminta uang saya kembali, tapi jawaban mereka tidak ada kebijakan untuk membeli kendaraan kembali. Setelah itu saya selalu menempelkan stiker Nissan saya boros dan menggunakan kaos dengan mengatakan Nissan saya boros," tutupnya.
Communications Manager NMI Achmad Adhitya Zainuddin sebelumnya menuturkan pihaknya selama ini sudah beberapa kali melakukan diskusi dengan Aryo dan menjelaskan mengenai konsumsi BBM March.
"Kita sudah beberapa kali diskusi dengan beliau terutama untuk fuel efficiency, karena menurut beliau berbeda," ujarnya.
Angka 21,8 km per liter yang digadang-gadang Nissan didapatkan dalam sesi test drive mobil ini ke Yogyakarta bersama-sama media otomotif beberapa waktu lalu.
"Klaimnya bukan datang dari kita tapi dari media. Jadi waktu kita test drive ke Yogya memang kita ingin itu yang kita cantumkan sebagai tambahan di iklan kami, tapi itu kan tergantung dari kondisi jalan, macet atau tidak, apa ada hambatan atau tidak. Banyak sekali variable yang menentukan mobil itu bisa irit atau tidak, di mobil banyak barang atau tidak," ujarnya.
Untuk membuktikan angka itu, NMI sudah mengajak Aryo untuk melakukan tes jalan dan pernah mendapatkan angka konsumsi yang diklaim Nissan.
"Tetapi Pak Aryo masih belum percaya, beliau masih meragukan. Beberapa kali beliau ke bengkel dan sudah mengakomodiasi beliau, dan kita tes bareng tapi ya mungkin sampai sekarang belum menemukan titik temu," ujarnya.
Meski begitu Nissan tetap akan mencoba menggandeng Aryo. "Sebagai konsumen kita tetap membina hubungan baik, kalau memang beliau belum percaya, belum ada keyakinan. Kita sih dari kita tetap berupaya berbicara dengan beliau karena sebagai kostumer kita harus mempertahankan hubungan baik," tutupnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas