Persidangan Nissan Vs Konsumen Berlangsung Tegang

Kasus Nissan March Boros

Persidangan Nissan Vs Konsumen Berlangsung Tegang

- detikOto
Selasa, 10 Apr 2012 16:09 WIB
Persidangan Nissan Vs Konsumen Berlangsung Tegang
Jakarta - Persidangan Nissan dan Ludmilla Arif sebagai konsumen Nissan berlangsung panas. Kedua belah pihak menghadirkan saksi. Nissan saksi ahli periklanan dan Ludmilla menghadirkan pengguna Nissan March lain yang ikut merasa ditipu melalui iklan yang mengklaim Nissan March irit di tahun 2011.

"Ini bukan iklan, ini merupakan pemberitaan. Karena ada tempatnya sendiri, dan sepengetahuan saya bila di bawah judul itu terdapat nama penulis, itu pemberitaan(Produk Jurnalistik), bukan iklan," kata perwakilan Badan pengawas periklanan Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) FX. Ridwan Nugroho saat menjadi saksi di Pengadilan Jakarta Selatan, Selasa (10/4/2012).

"Saya optimis, meski banyak asumsi, bahwa ini merupakan pemberitaan bukan sebuah iklan," tegasnya saat dikonfirmasi kembali detikOto setelah sidang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, saksi yang dihadirkan Ludmilla, Ario Wirowarman, seolah tidak kalah karena dirinya mengatakan sudah lelah dengan mobilnya serta pelayanan Nissan yang diluar ekspektasi dirinya. Dirinya juga merasa ditipu oleh iklan Nissan.

"Saya sudah pernah melaporkan bahwa mobil saya boros, tapi sepertinya mereka hanya menampung saja. Saya juga pernah menulis di surat pembaca di Kompas pada tanggal 28 Agustus 2011 dengan judul 'Bahan Bakar Mobil Nissan March' tapi saya tidak mendapat tanggapan," kata Ario yang terang-terangan memasang stiker tulisan 'Mobil March Saya Boros' di mobil March miliknya

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini bermula ketika salah seorang pemilik Nissan, Ludmilla Arif mengeluhkan klaim-klaim Nissan terkait konsumsi BBM Nissan March di sejumlah media dan brosur yang membuatnya membeli Nissan March.

Selanjutnya, ibu single parent dengan dua orang anak ini menganggap Nissan berbohong karena kenyataan sebenarnya, Nissan March tungganganya tidak seirit yang dijanjikan. Di banyak media Nissan March tertulis mampu membukukan konsumsi bahan bakar hingga 18,5-21,8 km/liter.

"Karena Nissan saya hanya mengkonsumsi BBM itu mencapai 8,2 km/liter dengan menggunakan bahan bakar beroktan 92, dan jarak yang saya tempuh hanya dari Buncit menuju kuningan, sekali-kali ke Kemang lalu kembali ke Buncit, tentu dengan situasi jalanan yang beragam," tambah Ludmilla seraya mengatakan dia membeli mobilnya dengan harga Rp 159,8 juta.

Akhirnya, karena tidak menerima jawaban yang memuaskan ketika hal itu ditanyakan ke produsen mobil Jepang tersebut, Ludmilla pun mengadukan Nissan ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK).

Ludmilla menuntut Nissan untuk membeli kembali mobil miliknya. Nissan menyetujui hal tersebut, hanya saja Nissan hanya mau membelinya dengan standar harga sebuah Nissan March bekas yang berada di angka Rp 138 juta. Sementara Ludmilla mau Nissan membayar sesuai uang yang telah dia keluarkan untuk membeli mobil tersebut.

Akhirnya, setelah dimediasi BPSK, pada 16 Februari 2012 lalu jalan tengah pun diambil. Nissan harus membeli mobil Ludmilla kembali diatas harga pasaran mobil bekas tapi di bawah harga mobil baru. Angkanya Rp 150 juta.

Tapi alih-alih menuruti perintah BPSK tersebut, Nissan kemudian menggugat balik keputusan BPSK dan mengajukan banding ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan agar membatalkan keputusan BPSK .

Nissan lalu membeberkan sejumlah bukti yang melalui daftar bukti yang balik menyudutkan Ludmilla.


(syu/syu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads