BMW Belum Temukan Seri 5 dan 6 Yang Sulit Dihidupkan

BMW Belum Temukan Seri 5 dan 6 Yang Sulit Dihidupkan

- detikOto
Selasa, 27 Mar 2012 13:55 WIB
BMW Belum Temukan Seri 5 dan 6 Yang Sulit Dihidupkan
Jakarta - Pemanggilan (recall) para pemilik mobil BMW Seri 5 dan Seri 6 produksi tahun 2003-2009 di Indonesia bisa dikatakan sebagai bentuk tanggung jawab BMW pada konsumennya. BMW melakukan hal ini meski belum ada keluhan dari konsumen.

Corporate Communication Director PT BMW Indonesia Helena Abidin menjelaskan kalau di mobil-mobil tadi ada kemungkinan pengikat kabel aki yang posisinya terletak di ruang bagasi tidak terpasang dengan baik.

Hal ini dapat menyebabkan tidak berfungsinya sistem elektrik, yang memungkinkan mesin tidak dapat dihidupkan. "Jadi sulit di-starter," ujarnya di Hotel Four Seasons, Jakarta, Selasa (27/3/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Helena lalu menjelaskan kalau BMW hingga sejauh ini belum menerima keluhan atau kecelakaan terkait hal tersebut.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa ada sekitar 1.280 unit Seri 5 dan Seri 6 yang ada di Indonesia.

"Pengumuman ini kita lakukan terbuka karena mobil yang ditarik adalah mobil lama yang kemungkinan sudah berpindah tangan. Kita kan tidak punya data pemilik-pemilik baru, karena itu kita umumkan. Kita berharap dengan pengumuman ini pemilik mobil-mobil tadi bisa segera menghubungi diler untuk pengecekan," paparnya.

"Hanya butuh waktu setengah jam untuk pengecekan dan perbaikan. Semua gratis," tandasnya.

"Sekarang kita umumkan, kita juga siapkan surat untuk tiap konsumen. April semoga bisa mulai pengecekan," tandasnya.

Penarikan ini merupakan bagian dari recall sebanyak 1,3 juta unit BMW seri 5 seri 6 yang diumumkan BMW. Recall terbanyak terjadi di AS sejumlah 368.000 unit, disusul 293.000 unit di Jerman, 109.000 unit di Inggris dan 102.000 unit di China.

BMW kumpulkan pemimpin muda dunia di Jakarta

Lepas dari masalah recall tadi, BMW melalui BMW Foundation Herbert Quandt akan segera menggelar pertemuan antar pemimpin muda dunia di Jakarta. Mengambil tajuk Europe Asia Young Leaders Forum, acara yang sudah ke-10 kalinya diadakan ini ingin berdiskusi mengenai penciptaan pertumbuhan ekonomi dan keterbukaan di dunia.

"Kami melihat waktunya sangat tepat untuk menyelenggarakan Europe Asia Young Leaders Forum ke-10 di Jakarta. Indonesia membuktukan kemampuannya yang lebih baik untuk lolos dari krisis dunia tahun 2008 dan telah mengaplikasi solusi yang inovatif untuk kepentingan ekonomi dan masyarakat," ungkap mantan Sekretaris Negara dan Chairman dari BMW Foundation, Jurgen Chrobog.

Dalam acara ini, 44 pemimpin muda dari kalangan pemerintahan, perguruan tinggi, bisnis dan masyarakat umum dari 20 negara Eropa dan Asia akan berkumpul.

Sejumlah pembicara penting seperti rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan serta CEO dari Femina Group Svida Alisjahbana akan memberikan penekanan terhadap isu pendidikan, kesempatan kerja dan kewirausahaan pada para peserta.

Akan ada pula 4 sesi pelatihan intensif dimana para pemimpin muda ini akan diminta membawa pengalaman, pengetahuan dan jaringan mereka untuk membantu 4 jaringan organisasi non pemerintah untuk mencari solusi nyata ternhadap masalah dunia.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads