McLaren: Kecepatan Bukan yang Utama

McLaren: Kecepatan Bukan yang Utama

Syubhan Akib - detikOto
Selasa, 20 Mar 2012 08:01 WIB
McLaren: Kecepatan Bukan yang Utama
Jakarta - Bila dahulu kala McLaren memiliki McLaren F1 yang pernah mencatatkan diri sebagai mobil jalanan tercepat di dunia, kini McLaren tidak terlalu berambisi untuk mengambil kembali predikat yang saat ini dipegang oleh Bugatti Veyron Super Sport itu. McLaren menegaskan bahwa kecepatan bukanlah yang utama.

Dahulu, ketika masa jayanya, McLaren sempat menempatkan McLaren F1 sebagai mobil jalanan tercepat di dunia dengan rekor 390,99 km/jam. Namun, rekor itu sudah dipatahkan beberapa kali dan saat ini dipegang oleh Bugatti Veyron Super Sport yang mampu berlari hingga 431,3 km/jam.

Nah, saat ini McLaren diketahui sedang mengembangkan penerus McLaren F1 yang mereka beri kode P12. Apakah mobil ini akan kembali sejaya McLaren F1 dan mengambil kembali predikat mobil jalanan tercepat di dunia?

"Jangan terpaku pada topspeed. Itu hal pertama yang harus Anda buang di masyarakat saat ini," kata bos McLaren, Ron Dennis seperti detikOto kutip dari Sydney Morning Herald.

McLaren P12 sendiri adalah kode nama yang diberikan McLaren untuk mobil anyar penerus dari McLaren F1. Mobil ini kabarnya akan menggunakan mesin V8 dengan Twin-turbo di jantungnya.

Selain itu, mesin berkapasitas 3.8 liter ini pun kabarnya juga akan disandingkan dengan motor listrik untuk menjadikannya sebuah supercar hybrid dengan kekuatan hingga 800 tenaga kuda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serat karbon akan banyak diaplikasi di mobil ini dengan desain yang lebih radikal dari MP4-12C. "Tingkat agresifitas dalam desain yang baru akan diterima sebagai suatu kebutuhan. Percayalah, ini akan terlihat sama sekali berbeda (dari McLaren F1)," tandasnya.

Perbedaan itu menurut Ron Dennis adalah suatu yang harus mereka lakukan, karena dia mengatakan bahwa mencoba meniru McLaren F1 hari ini akan terlalu sulit karena undang-undang di banyak negara tidak memungkinkan melakukan hal itu. Tapi, hal itu akan mengkompensasi dengan penerapan teknologi yang benar-benar mutakhir.

"Jadi Anda harus melihat arah yang sama sekali berbeda. Kamu harus merangkul banyak teknologi baru. Jika Anda seorang pembeli supercar sekarang, ada berbagai 'hal yang harus dimiliki' yang tidak pernah bisa ada di F1," jelasnya.

Meski begitu, Ron Dennis mengakui kalau nama besar McLaren F1 sempat membuat McLaren tergoda untuk mempertahankan banyak aspek di mobil tersebut. Apalagi masih banyak orang yang tertarik pada McLaren F1 meski hal itu sudah tidak mungkin mereka lakukan.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads