Dahulu, ketika masa jayanya, McLaren sempat menempatkan McLaren F1 sebagai mobil jalanan tercepat di dunia dengan rekor 390,99 km/jam. Namun, rekor itu sudah dipatahkan beberapa kali dan saat ini dipegang oleh Bugatti Veyron Super Sport yang mampu berlari hingga 431,3 km/jam.
Nah, saat ini McLaren diketahui sedang mengembangkan penerus McLaren F1 yang mereka beri kode P12. Apakah mobil ini akan kembali sejaya McLaren F1 dan mengambil kembali predikat mobil jalanan tercepat di dunia?
"Jangan terpaku pada topspeed. Itu hal pertama yang harus Anda buang di masyarakat saat ini," kata bos McLaren, Ron Dennis seperti detikOto kutip dari Sydney Morning Herald.
McLaren P12 sendiri adalah kode nama yang diberikan McLaren untuk mobil anyar penerus dari McLaren F1. Mobil ini kabarnya akan menggunakan mesin V8 dengan Twin-turbo di jantungnya.
Selain itu, mesin berkapasitas 3.8 liter ini pun kabarnya juga akan disandingkan dengan motor listrik untuk menjadikannya sebuah supercar hybrid dengan kekuatan hingga 800 tenaga kuda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perbedaan itu menurut Ron Dennis adalah suatu yang harus mereka lakukan, karena dia mengatakan bahwa mencoba meniru McLaren F1 hari ini akan terlalu sulit karena undang-undang di banyak negara tidak memungkinkan melakukan hal itu. Tapi, hal itu akan mengkompensasi dengan penerapan teknologi yang benar-benar mutakhir.
"Jadi Anda harus melihat arah yang sama sekali berbeda. Kamu harus merangkul banyak teknologi baru. Jika Anda seorang pembeli supercar sekarang, ada berbagai 'hal yang harus dimiliki' yang tidak pernah bisa ada di F1," jelasnya.
Meski begitu, Ron Dennis mengakui kalau nama besar McLaren F1 sempat membuat McLaren tergoda untuk mempertahankan banyak aspek di mobil tersebut. Apalagi masih banyak orang yang tertarik pada McLaren F1 meski hal itu sudah tidak mungkin mereka lakukan.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?