Terlebih dengan adanya rencana menciptakan Low Cost and Green Car yang notabene-nya banyak dihinggapi oleh produsen mobil asal Jepang.
"Kemenperin semakin dipojokkan dengan tidak lulusnya Esemka. Lihat karena punya rencana low cost car dan lain-lain," kata Pengamat Otomotif, Suhari Sargo kepada detikOto ketika menyikapi mobil Esemka, Sabtu (3/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seakan perindustrian mendukung merek Jepang. Karena tidak berbuat apa-apa maka semakin dipojokkan. Iya itu dia, seperti hanya mendukung merek Jepang saja," pungkasnya.
Lebih lanjut Suhari mengungkapkan pemerintah seharusnya membantu menangani berbagai persoalan dan hambatan yang dinilai sulit bagi Esemka.
"Tindakan selanjutnya harus turun tangan sesusia bidangnya. Jangan hanya mendukung-mendukung saja. Bina dan kembangkan baik itu dari segi industri dan lainnya," kicau Suhari. "Emisi masih bisa dipebaiki. Ini prospeknya panjang, mereka sudah punya PT. Kemudian izin produksi, serta izin perdagangan," lanjutnya.
Suhari juga menjelaskan munculnya mobil Kiat Motor dan industri komponen menengah lainnya sudah bisa membangkitkan industri manufaktur di Indonesia lewat Esemka. Tetapi harus dibantu. "Dengan adanya Kiat Motor dan industri komponen sudah bisa jalan, tentu tidak dan mungkin produksi perlu dibantu," tutupnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas
Ini Dia Wujud Pick Up India yang Sudah Berstiker Koperasi Merah Putih