Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Sudirman MR menjelaskan bahwa dirinya sudah melakukan sosialisasi terhadap rencana pemerintah ini pada produsen-produsen mobil yang ada di Indonesia.
"Saya sudah beritahu teman-teman semua dan mereka sudah mulai menyurati prinsipal mereka masing-masing," jelas Sudirman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Sudirman mengakui kalau untuk permulaan, produse-produsen yang ada hanya bisa membantu memasangkan converter kit saja. Sementara untuk membuat sebuah mobil baru dengan BBG sebagai standar, butuh riset yang cukup lama.
"Itu butuh riset. Kalau untuk pasang, kita bisa. Tapi kalau bikin BBG, kita harus teliti apa saja resikonya dan bagaimana menanggulanginya," pungkas Sudirman.
CNG Merusak Mesin
Namun peneliti Mechanical & Industrial Engineering Jayan Sentanuhady mengungkapkan kalau kualitas BBG masih seperti sekarang,maka CNG sangat pasti merusak mesin pemilik kendaraan.
"Pasti, saya berani bertanding dengan siapapun, karena berbagai penelitian kami ke mesin kendaraan yang menggunakan CNG telah menurunkan performence mesin dan sangat bisa merusak mesin kendaraan," ujar Jayan yang ditemui di kantor Medco Energi di kawasan SCBD, Jakarta, Kamis (1/3/2012).
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?