Daihatsu tidak tertarik untuk mengekspor A-Concept ke pasar ASEAN, Afrika, dan Timur Tengah. Pihak Daihatsu pun tidak ingin mengikuti jejak Gran Max dan Xenia yang diekspor ke ASEAN, Amerika hingga Timur Tengah. Alasannya adalah karena volume penjualan mobil di sana yang tergolong kecil.
"Kita maunya ke Eropa. Untuk ASEAN pasar mobilnya kecil," kata Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Sudirman MR. kepada detikOto, Senin (20/2/2012).
Sudirman menjelaskan ekspor A-Concept ke Eropa ini menanggapi anjuran pemerintah agar setiap produsen mobil meningkatkan ekspor mobil ke negera tetangga.
"Kita setuju dengan pemerintah dengan berencana meningkatkan ekspor 30 persen. Tapi tentunya itu bertahap," ucapnya.
Namun ketika ditanya apakah emisi gas buang mobil A-Concept sudah sesuai standar Euro4 untuk Eropa. Sudirman menjelaskan untuk hal tersebut sangat mudah. Cukup menyesuaikan kualitas pembuangan mobil Daihatsu hingga ke tahap yang sudah dtentukan dari masing-masin negara.
"Cukup disesuaikan dengan negara yang dituju. Dengan Euro4, mudah. Seperti Gran Max, kan sudah kita sesuaikan emisinya. Jadi kita tinggal menyesuaikan kualitas ekspor saja. Perintah bagus untuk meningatan ekspor 30 persen," ucapnya.
Tentu ini akan menjadi pekerjaan rumah bagi Daihatsu. Pasalnya tingkat keselamatan mobil untuk penumpang Indonesia berbeda dengan Eropa. Mobil-mobil di negara Eropa terkenal dengan fitur kesemalatan yang mumpuni untuk penumpangnya.
"Itu hal mudah, tinggal menyesuaikan saja," tutupnya pasti.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi