"Dampaknya pasti ada. Penjualannya turun, karena BBM ini. Namun kita ga akan rugikan konsumen. Kenaikan dalam dua sampai tiga bulan ke depan nampaknya belum," kata Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor, Johnny Darmawan di kantor pusat Astra Internasional, Jalan Gaya Motor 8, Sunter, Jakarta, Senin (20/2/2012).
Saat ini, bagi pelaku industri otomotif sangatlah sensitif. Terlebih dengan persaingan produsen mobil yang semakin ketat di pasar, meski pada sisi lain bahan baku khususnya baja diprediksi terus meningkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti kalau naikkan harga, barang kita enggak laku. Karena kompetisi yang sudah seperti ini. Prinsipnya enggak segampang dulu untuk menaikkan harga," tegasnya.
Presiden Direktur ASII, Priyono Sugiarto menambahkan, perusahaan belum akan mengambil langkah tertentu atas rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM subsidi. Namun jika harus memilih, Priyono menginginkan kenaikan harga BBM tidak terlalu tinggi.
"Kalau sebagai pengusaha, kita inginkan naiknya serendah mungkin. Kita juga harus realistis, ekonomi harus berjalan dengan baik. Orang masih ada kerjaan," imbuhnya.
(wep/ddn)










































