Ditemui sesaat setelah rapat dengan DPR RI, Agus Marto mengataka dirinya tidak tahu hal itu. Padahal saat ini, Kementerian Perindustrian sedang menunggu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait program LCGC untuk melakukan eksekusi.
"Tidak tahu," katanya seraya menutup pintu mobilnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar mengatakan bahwa Kementerian Keuangan saat ini sedang melakukan finalisasi klasifikasi mobil-mobil yang tergolong dalam mobil murah dan ramah lingkungan untuk program ini.
Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kementerian Perindustrian Budi Darmadi kemarin mengatakan bahwa Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait program LCGC akan segera keluar secara bertahap.
Program ini pun dipercaya akan banyak mendatangkan investasi untuk Indonesia serta membuka lapangan kerja di Indonesia. Sebab beberapa pabrikan besar dunia seperti Daihatsu, Suzuki, Toyota, Mitsubishi dan Nissan dikatakan sudah berkomitmen untuk investasi terkait program ini
Total investasi perusahaan-perusahaan Jepang itu pun tergolong besar yakni diperkirakan mencapai angka US$ 1,8 miliar dan akan menyerap tenaga mencapai 15.000 orang. Sedangkan investasi tambahan/ikutan ditingkat industri komponen diperkirakan sebesar US$ 1,9 miliar degan tambahan tenaga kerja baru antara 15.000-17.000 orang.
Program pengembangan mobil LCGC ini akan berlaku untuk semua industri di dalam negeri dengan syarat mobil tersebut memenuhi kriteria yang telah ditetapkan antara lain untuk jenis kendaraan MPV 1.000-1.200 cc dengan konsumsi bahan bakar 20-22 km/liter, komponen lokal diharapkan pada tahun ke-6 sudah mencapai 80 persen termasuk pembuatan power train (engine, transmisi dan axle).
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB