Sehingga bisa dikatakan mobnas karya bangsa Indonesia nantinya bisa memiliki karakter yang kuat.
"Lihat India, meski hanya dengan Bajaj mereka bisa membeli perusahaan di Eropa. Dan lihat Jepang, mereka tidak ingin mengejar mobil Eropa," kata pemilik PT Sarimas Ahmadi Pratama Dasep Ahmadi yang memproduksi Mobira, saat ditemui detikoto beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oleh sebab itu mereka melahirkan smart. Jadi kita sederhana saja dulu dengan mengutamakan safety-nya, hemat dan fungsinya," tambahnya.
Hal ini lah yang membuat Dasep untuk membuat kendaraan seperti Mobira dengan cc kecil.
"Makanya saya membuat mesin 150 cc 1 silinder. Karena menurut saya kita masih di kelas segitu, kelas rakyat dan persaingan di dalamnya tidak tajam. Tapi jangan salah dari pada membuat mobil canggih tapi hanya berskala kecil, atau mungkin kita membuat kelas rakyat tapi volumenya besar,"tutupnya.
"Menurut saya dalam membuat mobil itu harus kuat dalam pondasinya, yaitu dalam pembuatan mesin karena sisanya itu jauh lebih mudah. Dan menurut saya kita bermain di kelas rendah saja, jadi jangan terlalu tinggi. Yang penting mengutamakan fungsional, hemat, dan aman untuk keselamatan," pungkas lulusan Teknik Mesin ITB tahun 1984 ini.
(ddn/ddn)











































Komentar Terbanyak
Heboh Konten Kreator Rekam Usher GIIAS, Diminta Take Down Ngarep Ganti Rugi
Pernyataan BYD Soal Seal Terbakar di Cikampek
Respons Purbaya Dengar Harga Honda Super One: Mahal Juga!