Diantara negara-negara di Asia Tenggara, Indonesia dianggap pasar yang paling menggairahkan. Persentase pertumbuhan mobil di Indonesia pun diprediksi akan menjadi nomor dua dibawah China.
Alasannya, Indonesia merupakan negara dengan populasi terbesar di Asean dengan ekonomi yang makin meningkat. Hal itu kemudian didukung oleh kenyataan bahwa rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih sangatlah kecil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itulah saat ini pabrikan-pabrikan otomotif mulai membidik Indonesia sebagai 'pasar selanjutnya'. Dari mulai pabrikan Amerika General Motors yang bersiap membuka kembali pabrik mereka hingga pabrikan India Tata Motors sudah menyiapkan diri untuk melawan dominasi Jepang yang menguasai 90 persen pasar mobil di negara dengan populasi keempat ini.
Di prediksi pasar Indonesia akan meningkat hingga lebih dari 50 persen dalam lima tahun ke depan seiring dengan peningkatan permintaan kelas menengah terhadap mobil MPV dan mobil kecil.
Menurut estimasi CLSA Asia-Pacific Markets, rasio kepemilikan mobil di Indonesia hanyalah 32 mobil di antara 1.000 penduduk pada 2010 lalu. Angka itu tergolong kecil bila dibandingkan dengan Thailand yang memiliki rasio 123 mobil per 1.000 penduduk dan Malaysia dengan 300 mobil per 1.000 penduduk.
Padahal dari segi jumlah penduduk, Indonesia lebih besar dibandingkan kedua negara bahkan bila kedua negara itu digabung. Jadi, ruang untuk berkembang masih besar.
Tahun lalu pasar mobil Indonesia baru mencapai angka 894.180 mobil dan di tahun 2016 diperkirakan akan ada 1,2 juta mobil yang terjual.
Hanya saja, pasar mobil Indonesia diwarnai berbagai isu sensitif seperti kenaikan harga Premium meski nantinya akan ditutup oleh perkembangan program mobil murah yang sedang dipersiapkan pemerintah.
"Asia Tenggara adalah pasar berikutnya dan kami ingin mempersiapkannya dari sekarang. Kawasan itu sangat penting bagi kami," cetus juru bicara GM Johan Willems di Shanghai.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer
Sewa Rp 160 Juta/Bulan, Segini Harga Mobil Land Rover yang Dipakai Wali Kota Samarinda