Antisipasi Pengemudi Teler, Perlu Digalakkan Breath Test

Antisipasi Pengemudi Teler, Perlu Digalakkan Breath Test

- detikOto
Selasa, 24 Jan 2012 08:31 WIB
Antisipasi Pengemudi Teler, Perlu Digalakkan Breath Test
Jakarta - Sudah seharusnya pihak kepolisian menerapkan Breath Test dalam setiap razia pengendara mobil di malam hari. Razia ini diyakini akan mampu mengurangi pengemudi yang berkendaran dalam pengaruh narkoba.

"Sudah waktunya, Breath Test diterapkan sebagai razia rutin di malam hari," ujar mantan Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Susno Duadji, dalam surat elektroniknya, Selasa (24/1/2012).

Susno meyakini, tes ini akan mampu mengurangi pengemudi yang terpengaruh alkohol dan narkoba. Razia ini akan membuat kesadaran sendiri di dalam masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masyarakat akan mengapresiasi upaya aparat untuk mengawasi pengemudi yang tidak bertanggung jawab sehingga membuat masyarakat ikut tenang dari ancaman serupa terjadi," terangnya lagi.

Bukan hanya untuk warga, Susno juga menilai tes ini layak diterapkan untuk pihak kepolisian. Supaya polisi lebih bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya.

"Aparat kepolisian juga perlu menjalankan razia ini dengan tanggung jawab agar upaya untuk mencegah kecelakaan lalu lintas meningkat," tegasnya.

Alat anti pengemudi teler sebenarnya sudah banyak ragam dan jenisnya. Produsen mobil seperti Toyota Motor Corp sudah mengembangkan alat yang bisa mencegah pengemudi teler atau mabuk mengemudikan mobilnya.

Alat tersebut memang dibuat khusus bagi pengendara yang tidak bisa mengontrol kadar alkohol dalam tubuh.

Alat tersebut dilengkapi hand-held breathanalyzer yang dilengkapi kamera digital. Cara kerja alat tersebut bisa mendeteksi konsumsi alkohol dan memfoto wajah pengemudi untuk identifikasi.

Jika pada tes nafas dengan alat yang dinamai breathanalyzer menunjukkan kandungan alkohol di atas batas yang diizinkan, maka sistem akan memperingatkan pengemudi. Namun, jika konsumsi alkohol berlebihan sehingga membahayakan, maka sistem kelistrikan mobil bakal lumpuh total.

Tidak hanya Toyota saja yang mengembangkan alat tersebut, Nissan Motor Corp juga sedang mengembangkan peralatan serupa, untuk merespons peraturan di Amerika Serikat dan negara-negara lainnya yang mewajibkan untuk menggunakan alat pintar tersebut.


(mok/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads