"Sudah waktunya, Breath Test diterapkan sebagai razia rutin di malam hari," ujar mantan Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Susno Duadji, dalam surat elektroniknya, Selasa (24/1/2012).
Susno meyakini, tes ini akan mampu mengurangi pengemudi yang terpengaruh alkohol dan narkoba. Razia ini akan membuat kesadaran sendiri di dalam masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan hanya untuk warga, Susno juga menilai tes ini layak diterapkan untuk pihak kepolisian. Supaya polisi lebih bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya.
"Aparat kepolisian juga perlu menjalankan razia ini dengan tanggung jawab agar upaya untuk mencegah kecelakaan lalu lintas meningkat," tegasnya.
Alat anti pengemudi teler sebenarnya sudah banyak ragam dan jenisnya. Produsen mobil seperti Toyota Motor Corp sudah mengembangkan alat yang bisa mencegah pengemudi teler atau mabuk mengemudikan mobilnya.
Alat tersebut memang dibuat khusus bagi pengendara yang tidak bisa mengontrol kadar alkohol dalam tubuh.
Alat tersebut dilengkapi hand-held breathanalyzer yang dilengkapi kamera digital. Cara kerja alat tersebut bisa mendeteksi konsumsi alkohol dan memfoto wajah pengemudi untuk identifikasi.
Jika pada tes nafas dengan alat yang dinamai breathanalyzer menunjukkan kandungan alkohol di atas batas yang diizinkan, maka sistem akan memperingatkan pengemudi. Namun, jika konsumsi alkohol berlebihan sehingga membahayakan, maka sistem kelistrikan mobil bakal lumpuh total.
Tidak hanya Toyota saja yang mengembangkan alat tersebut, Nissan Motor Corp juga sedang mengembangkan peralatan serupa, untuk merespons peraturan di Amerika Serikat dan negara-negara lainnya yang mewajibkan untuk menggunakan alat pintar tersebut.
(mok/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi