"Ya. Semua mobil menteri dan pejabat tinggi karena itu merupakan bagian yang diberikan secara gratis dan memang itu adalah mobil negara," ujar Agung usai menghadiri breakfast meeting dengan Presiden SBY di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Senin (16/1/2012).
Menurut Agung, converter yang akan digunakan adalah buatan PT Dirgantara Indonesia (DI). "Kalau kurang rencananya diimpor," tambah politisi Golkar ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira masih sedikit (produksi PT DI) sisanya mungkin diimpor. PT DI kan masih 300-an, mungkin perlu ditambah dan digenjot lagi serta beberapa BUMN sehingga lebih banyak diproduksi sendiri daripada impor," imbuhnya.
(her/ddn)












































Komentar Terbanyak
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?