"Nanti dia (Esemka) harus menandatangani itu, kalau dia masih menggunakan komponen dari luar negeri, kalau secara massal memproduksi dia harus ada perjanjian nanti ada royalti sistem jika tidak, wah gawat itu. Nanti harus didudukkan perkaranya apa statusnya, kalau ngambil (komponen)," imbuh Menperin MS Hidayat kepada detikOto.
Hidayat menjelaskan kalau Esemka memutuskan ingin menjadi industri otomotif skala besar, pihak Esemka harus benar-benar siap.
"Kalau Anda (Esemka) ingin memproduksi massal harus siap. Harus mengikuti norma-norma industri otomotif," tegasnya.
Meski memberikan warning di atas, Hidayat tetap mengacungkan jempol terhadap kreasi siswa SKM Solo atas kendaraan Esemka. Ia menilai kreasi ini patut diapreasiasi oleh pihak mana pun tanpa terkecuali.
"Kementerian Perindustrian menyambut gembira kelompok masyarakat mencoba uji coba kendaraan dan membuat inovasi. Kami mendukung dengan prosedur yang ada, prosedurnya kita bantu dengan promosi, ini patut diapresiasi. Kita berikan NIK (nomor induk kendaraan) untuk bisa uji laik jalan di Dishub," kata Hidayat.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Avanza-Xpander Cs Bakal Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Bilang Begini
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Presiden Prabowo: RI Jangan Cuma Jadi Pasar, Harus Bikin Mobil-Motor Sendiri