Dana sebesar itu nantinya selain akan digunakan untuk membeli perlengkapan produksi yang baru, juga akan digunakan untuk merombak pabrik yang ada di Provinsi Ayutthaya, Thailand tersebut.
Seorang pejabat Honda seperti dikutip Nikkei dan dilansir Reuters mengatakan kalau renovasi pabrik yang dilanda banjir tadi pun bisa dibilang akan menelan biaya yang setara dengan membangun pabrik baru.
Menurut rencana, dengan kucuran dana yang sebagiannya didapat dari klaim asuransi ini, Honda yang produksinya terseok akibat banjir itu akan bisa kembali melakukan aktivitas produksi pada bulan April mendatang.
Sebelumnya, pabrikan Jepang ini juga sempat memusnahkan mobil-mobil yang terendam akibat banjir di Thailand. Sekitar 1.055 mobil Honda dihancurkan setelah mobil-mobil tersebut terendam banjir dengan perincian 353 City, 217 unit Brio, 213 unit Jazz, 150 unit Civic, 91 Accord, 30 unit CR-V dan 1 Freed.
Akibatnya, pasokan mobil untuk Indonesia pun ikut-ikutan sekarat.
(syu/ddn)











































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda
Pernyataan BYD Soal Seal Terbakar di Cikampek