"Dasar PPATK untuk minta data harus diikuti dengan undang-undang yang telah disepakati dan berlaku nasional. Kita perusahaan publik yang tentunya harus tunduk dengan UU RI kalau berlaku resmi," CEO Auto2000 Jodjana Jody kepada detikOto, Kamis (12/1/2012).
Seperti yang diungkapkan pria yang akrab disapa Jody itu, hingga kini Auto2000 tidak bersedia mengeluarkan data-data konsumen mobil premiumnya di seluruh Indonesia. Selain bahaya, Jodi menilai sangat tidak perlu menginformasikan data konsumennya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara diler resmi Toyota lainnya yakni Plaza Toyota mengatakan khawatir jika data konsumennya disalahgunakan sehingga mengganggu kenyamanan konsumen.
"Ini mengganggu kerahasiaan konsumen. Data base takut disalahgunakan," kata Managing Director Plaza Toyota, Robert A. Wardhana.
Ia pun mengaku belum bisa memutuskan apakah bakal membocori data konsumennya sampai waktu yang ditentukan. "Wait and see dan kita mempelajarinya saja," tutup Robert.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?
Isi Garasi Anggota DPRD yang Merokok sambil Ngegame saat Rapat