Esemka Lepas Bayang-bayang Timor

Esemka Lepas Bayang-bayang Timor

- detikOto
Kamis, 05 Jan 2012 19:00 WIB
Esemka Lepas Bayang-bayang Timor
Solo - Esemka ketika pertama kali dikenalkan ke publik di 2009 lalu, mengusung mesin bekas dari mobil Timor. Namun SMKN 2 Surakarta menolak jika Esemka rakitan mereka menggunakan mesin yang sama dengan Timor. Mobil rakitan siswa SMKN 2 Surakarta tersebut diakui sangat berbeda dari Timor bahkan tidak ada hubungannya sama sekali.

Kordinator Pembelajaran Industri Kreatif di SMKN 2 Surakarta Dwi Budhi Martono mengatakan mobil Esemka sebagian kecil komponennya didatangkan dari Korea, dan Jepang dan China. Meski begitu komponen Esemka sudah 80 persen berbahan lokal.

"Esemka dan Timor berbeda. Timor itu Korea dan kita (Esemka) Indonesia. Hanya ada beberapa komponen dari China, Korea dan Jepang," kata Guru di SMKN 2 Surakarta itu kepada detikOto, Kamis (5/1/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk blok mesin Esemka, lanjut pria yang akrab disapa Toto itu diproduksi di PT Autocar Industri Komponen (AIK) di Karawang (Sebelumnya ditulis diimpor dari China-red).

Sasisnya buat sendiri berikut pelek yang diproduksi di Indonesia. Sedangkan ring seher, katup, altenator dari Jepang. Untuk sistem injeksi dari Korea.

Transmisi berikut kopelnya merek Fuday yang dipesan di China. Tidak hanya itu axle untuk penggerak Esemka juga sengaja didatangkan dari China.

"Mesin, axle kita beli di China. Mesinnya Esemka dan Timor berbeda. Kalau kita beli produk mobil lain dan disematkan apa mau terima? Nanti bermasalah," imbuhnya.

Esemka Rajawali bermesin 1.500cc multi point injection 4 silinder yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 105 Hp pada putaran 5.500 RPM dengan torsi puncak hingga 145 Nm di 4.100 RPM.

Rajawali mampu menampung 7 orang karena mempunyai panjang 5.035 mm, lebar 1.690 mm, dan tinggi 1.630 mm. Rajawali juga telah dibekali sederet fitur elektronik mirip SUV premium lainnya, misalnya power steering, central lock, power windows, AC dual zone, sensor parking, hingga head unit CD player.

Sementara ketika ditanyai soal interiornya, Toto mengatakan jujur ada beberapa komponennya diproduksi di dalam negeri.

Hanya pihaknya menjelaskan bagian dashbord diimpor langsung dari China. Interiornya didesain di Kiat Motor Klaten. Dan bodi buat di Kiat Motor dimana anak-anak yang mengerjaknnya.

Saat ini Toto mewakili tim Esemka menegaskan jika kendaraan Esemka dan Digdaya masih membutuhkan pembaruan, agar kehadirannya bisa maksimal dan memuaskan konsumen.

"Sampai saat ini tidak ada masalah, tapi kita masih banyak PR untuk lebih baik lagi," tutupnya.

Rencananya, Esemka dalam 1 bulan ke depan bakal ditingkatkan lagi di sektor eksterior, mesin hingga interior.

(ikh/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads