Hal itu diungkapkan Kordinator Pembelajaran Industri Kreatif di SMKN 2 Surakarta Dwi Budhi Martono kepada detikOto di Solo, Rabu (4/1/2012).
"Kita kejar Euro4 dengan penambahan katalisator. Bisa dengan itu, karena alat tersebut bisa mereduksi kadar gas buang. Kita akan buat mesin baru berkatalisator," ujar pria yang akrab disapa Toto itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan lakukan itu sesuai saran pemerintah. Namun tepatnya belum tahu. Masih banyak yang harus dipikirkan. Mudah-mudahan dalam satu bulan ini," tukas pria bertubuh gempal itu.
Selanjutnya, untuk mendapatkan katalisator, Toto mengatakan sudah mendapatkan opsi mengimpor barang (katalisator) dari beberapa negara salah satunya impor dari China. "Untuk barang tersebut banyak, itu mudah, tinggal pilih yang mana saja," pungkasnya.
Sementara itu Kepala Sekolah SMKN 2 Surakarta, Susanta mengatakan Esemka sebenarnya sudah laik jalan. Dan Esemka sudah lulus UU No 22 2009 di pasal 49 ayat 1, dimana semua kendaraan baru yang akan dioperasikan di jalan harus melakukan uji tipe.
"Esemka sebenarnya sudah laik jalan. Kita sudah yakin akan hal itu. Laik jalan mobil ini. Kelistrikan beres, kemudi ok, kontrol ok, lampu-lampu ok," ujar Susanta.
Keterangan Foto: Ketua DPR Marzuki Alie melihat-lihat mesin Esemka di Solo
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?