Bencana banjir di Thailand membuat industri otomotif di sana lumpuh. Kegiatan produksi tidak bisa berjalan. Bahkan penurunan jumlah mobil yang diproduksi mencapai 20 persen lebih.
Imbasnya memang terasa ke Indonesia. Toyota misalnya di bulan November lalu harus kehilangan angka penjualan sampai 50 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bayangkan bahkan Toyota Yaris cuma ada 40 unit, padahal biasanya 1.500-2.000 unit," tutur petinggi Toyota Indonesia.
Pabrikan mobil Honda dan Ford juga merasakannya. Mobil Honda yang baru diproduksi seperti Jazz dan City harus dimusnahkan massal. Ford tidak memproduksi sekitar 30.000 unit mobil.
Namun meski bencana mulai dari gempa di Jepang dan banjir di Thailand melanda, angka penjualan mobil masih relatif tinggi.
Hingga bulan November penjualan mobil sudah mencapai 813.856 unit. Dengan angka bulanan minimal mencapai 60.000 unit saja seperti di bulan November penjualan mobil di Indonesia pasti akan mencapai rekor baru.
Data dari Asean Automotive Federation (AAF) yang dilansir Paultan menyebutkan penjualan mobil Thailand pada Januari-Oktober 2011 hanya mencapai 713.842 unit.
Karena itulah Indonesia diyakini akan menjadi pemimpin baru di industri mobil ASEAN pada 2011. Sedangkan Thailand diprediksi bakal mengkoreksi penjualan hanya sebesar 800.000 unit di 2011.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Mobil Listrik e-Vitara Dianggap Kemahalan, Suzuki Bilang Begini
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB