Di negeri gajah putih tersebut, Honda memang mengalami kerugian yang sangat besar. Bahkan bisa dibilang terbesar diantara produsen mobil yang memiliki pabrik di sana.
Pabrik Honda di Thailand bahkan harus tutup akibat terendam banjir, komponen serta alat produksi pun terpaksa harus mereka ganti dengan yang baru. Melihat hal tersebut, pemerintah Thailand bahkan memberi keringanan bea masuk untuk pabrikan mobil asal Jepang tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mobil-mobil tersebut sudah selesai di rakit di sana dan siap dipasarkan, hanya saja ketika di parkir di luar pabrik untuk menunggu dikirim dari Ayutthaya, Thailand, ribuan mobil itu terendam banjir yang melanda. Akibatnya, pasokan mobil untuk Indonesia pun sekarat.
Ada spekulasi sebelumnya kalau Honda akan mengirim mobil-mobil itu kembali ke pabrik untuk diperbaiki, namun kekhawatiran dunia yang khawatir kalau komponen-komponen dalam mobil-mobil itu rusak dan akan mengancam keselamatan memaksa Honda untuk menghancurkan mobil-mobil tersebut.
Selain Honda City dan Honda Brio, model-model lain yang dihancurkan termasuk Accord, Jazz dan CR-V. Penghancuran itu dimulai hari ini di pabrik-pabrik di Industrial Estate Rojana.
Proses penghancuran ini akan memakan waktu beberapa hari dan akan dilakukan dengan cara yang ramah lingkungan. Sementara beberapa bagian akan disimpan untuk perakitan di masa depan.
"Kami tidak akan pernah memperbaiki mobil yang rusak dan kemudian menjual mereka sebagai unit baru atau bahkan menyumbangkan mereka untuk sebuah organisasi untuk mencegah mereka memasuki pasar," kata seorang eksekutif senior Honda seperti detikOto kutip dari Bangkok Post, Selasa (27/12/2011).
"Itu akan menodai reputasi kami," pungkasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?