Honda Musnahkan 1.055 Unit City dan Brio

Updated

Honda Musnahkan 1.055 Unit City dan Brio

- detikOto
Selasa, 27 Des 2011 15:26 WIB
Honda Musnahkan 1.055 Unit City dan Brio
Bangkok - Honda memenuhi janjinya untuk memusnahkan mobil-mobil yang terendam akibat banjir di Thailand. Sekitar 1.055 Honda City dan Honda Brio dihancurkan setelah mobil-mobil tersebut terendam banjir.

Di negeri gajah putih tersebut, Honda memang mengalami kerugian yang sangat besar. Bahkan bisa dibilang terbesar diantara produsen mobil yang memiliki pabrik di sana.

Pabrik Honda di Thailand bahkan harus tutup akibat terendam banjir, komponen serta alat produksi pun terpaksa harus mereka ganti dengan yang baru. Melihat hal tersebut, pemerintah Thailand bahkan memberi keringanan bea masuk untuk pabrikan mobil asal Jepang tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dan kini, ada sekitar 1.055 mobil yang harus mereka hancurkan karena sebelumnya mobil-mobil itu terendam banjir. Dengan perincian 353 City, 217 unit Brio, 213 unit Jazz, 150 unit Civic, 91 Accord, 30 unit CR-V dan 1 Freed.

Mobil-mobil tersebut sudah selesai di rakit di sana dan siap dipasarkan, hanya saja ketika di parkir di luar pabrik untuk menunggu dikirim dari Ayutthaya, Thailand, ribuan mobil itu terendam banjir yang melanda. Akibatnya, pasokan mobil untuk Indonesia pun sekarat.

Ada spekulasi sebelumnya kalau Honda akan mengirim mobil-mobil itu kembali ke pabrik untuk diperbaiki, namun kekhawatiran dunia yang khawatir kalau komponen-komponen dalam mobil-mobil itu rusak dan akan mengancam keselamatan memaksa Honda untuk menghancurkan mobil-mobil tersebut.

Selain Honda City dan Honda Brio, model-model lain yang dihancurkan termasuk Accord, Jazz dan CR-V. Penghancuran itu dimulai hari ini di pabrik-pabrik di Industrial Estate Rojana.

Proses penghancuran ini akan memakan waktu beberapa hari dan akan dilakukan dengan cara yang ramah lingkungan. Sementara beberapa bagian akan disimpan untuk perakitan di masa depan.

"Kami tidak akan pernah memperbaiki mobil yang rusak dan kemudian menjual mereka sebagai unit baru atau bahkan menyumbangkan mereka untuk sebuah organisasi untuk mencegah mereka memasuki pasar," kata seorang eksekutif senior Honda seperti detikOto kutip dari Bangkok Post, Selasa (27/12/2011).

"Itu akan menodai reputasi kami," pungkasnya.


(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads