"Uji emisi kali ini memang diperuntukkan kendaraan pribadi karyawan, operasional, dan para tamu yang berkunjung disini. Dan kami disini hanya melaksanakan program ini dan menunggu rekan-rekan pegawai negeri untuk memeriksakan kendaraannya, bila mereka mengelak itu bukan tanggung jawab kami," ujar Kepala Kantor Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, Yusiono A.S, saat ditemui detikOto di Jakarta, Kamis (8/12/2011).
Hal ini diperkuat dengan data yang mengatakan hanya terdapat 232 kendaraan yang mengikuti tes uji emisi pada bulan Mei 2011. Dengan 48 tidak lulus emisi dan 184 unit kendaraan lulus uji emisi. Dan untuk bulan Desember ini masih menunggu hasil pasti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena kalau sanksi itu mereka yang berhak membuatnya. Tapi kami masih menunggu, padahal kalau semua pegawai negeri di Jakarta bisa menerapkan program uji emisi kendaraan, ini akan menjadi contoh yang baik untuk masyarakat,"tambahnya.
Namun Yusiono pun mengakui sedikitnya pegawai negeri Jakarta Selatan yang mengikuti, bisa disebabkan akibat waktu yang terlalu sedikit dengan terbilang hanya 2 hari saja.
"Mungkin kalau lebih dari 2 hari itu bisa lebih banyak lagi. Karena semakin banyak kendaraan yang lulus saya yakin udara semakin bagus. Coba bayangkan bila 50 persen kendaraan di DKI melakukan ini pasti akan jauh lebih baik udara di Jakarta," tutupnya.
(ddn/ddn)











































Komentar Terbanyak
Segini Hematnya Pakai Motor Listrik, Bisa Nabung Belasan Juta Rupiah!
Viral Sopir Alphard Tak Terima Ditegur Satpam usai Terobos Lampu Merah
Ramai Aksi Warga Perbaiki Sendiri Jalanan, Padahal Sudah Bayar Pajak Kendaraan