Laporan yang disampaikan kepada Dewan Syura negara ini mendukung gagasan lama bahwa mengizinkan wanita untuk mengemudi akan menyebabkan peningkatan interaksi antara wanita dan pria dan tentu akan meningkatkan godaan yang pada akhirnya di masa mendatang bisa menjadi pintu gerbang yang bisa memacu prostitusi, pornografi, perceraian dan homoseksualitas, demikian laporan Wall Street journal.
Sementara kalangan yang menentang larangan menganggap kalau hak untuk mengemudi harus diberikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang wanita bernama Sheima Jastaniah bahkan sampai dijatuhi hukuman cambuk di sebuah pengadilan di Jeddah. Sheima hendak dihukum 10 cambukan karena tertangkap sedang mengemudi pada bulan Juli meski kemudian hukuman tersebut dibatalkan karena Raja Abdullah memberikan pengampunan.
Raja Abdullah juga sudah mengatakan akan memberikan wanita kesempatan memberikan suara atau mencalonkan diri dalam pemilu lokal untuk pertama kalinya dalam sejarah pada tahun 2015 mendatang.
Sejak pertama kali diserukan, perjuangan wanita Arab Saudi untuk diizinkan mengemudi telah menuai banyak dukungan. 14 Senator beserta Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Rodham Clinton bahkan secara terbuka mengemukakan dukungannya terhadap kebebasan mengemudi bagi wanita.
Aktivis wanita di Ukraina bahkan juga sampai rela berdemo dengan bertelanjang dada. Sedangkan aktivis-aktivis feminisme Arab juga tidak henti melontarkan kecamannya terhadap aturan tersebut.
(syu/syu)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas