Seperti dilansir CarAdvice, Rabu (23/11/2011), Jaksa Agung New South Wales Greg Smith mengharapkan para orangtua yang teledor itu bisa segera menyadari anaknya tertinggal di mobil begitu alarm menyala.
"Satu solusi bagi orangtua ketika mereka melakukan hal itu (meninggalkan anak di mobil) adalah ada bunyi alarm. Dengan suaranya yang keras, orang-orang di sekitar mobil akan berpikir 'Itu alarm anak. Kenapa Anda meninggalkan anak Anda di mobil'" ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Victoria setidaknya sudah ada 9 anak yang tertinggal di dalam mobil. Jika tertinggal di dalam mobil, anak-anak rentan mengalami heat stroke karena kepanasan dan meninggal.
Sementara alarm untuk anak sendiri sebenarnya bukan konsep yang baru. NASAT pernah mengembangkan sensor yang dinamai Child Presence Sensor di 2002.

dok CarAdvice
Sensor ini menghubungkan alarm di kunci mobil dengan sensor di child seat. Sensor akan terpicu ketika anak masih berada di child seat.
Jika kunci berada terlalu jauh dari mobil, maka alarm akan berbunyi beep. Jika pengendara tidak kembali dalam 1 menit, alarm akan berbunyi keras secara terus menerus.
Apakah alarm seperti ini harus ada di mobil yang beredar di Indonesia? Bagaimana menurut Otolovers?
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?