Mobil Hybrid Aman Bagi Pengemudi Tapi Berbahaya Bagi Pejalan Kaki

Mobil Hybrid Aman Bagi Pengemudi Tapi Berbahaya Bagi Pejalan Kaki

- detikOto
Kamis, 17 Nov 2011 15:40 WIB
Mobil Hybrid Aman Bagi Pengemudi Tapi Berbahaya Bagi Pejalan Kaki
Detroit - Di tataran global, mobil dengan dua mesin alias hybrid tengah menjadi tren. Selain hemat energi mobil hybrid ternyata juga aman untuk para pengemudinya, tapi di sisi lain mobil hybrid ternyata berbahaya untuk para pejalan kaki.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Highway Loss Data Institute di Amerika terungkap kalau mobil hybrid memiliki kemungkinan 25 persen membuat pengendara lebih aman dibanding mobil konvensional.

Vice President Highway Loss Data Institute Matt Moore mengungkapkan kalau berat kendaraan adalah salah satu faktor penentunya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hybrid rata-rata 10 persen lebih berat dibanding mobil standar. Massa ekstra itu memberikan mereka keuntungan dalam kecelakaan yang tidak dimiliki kendaraan konvensional," ungkap Moore seperti detikOto kutip dari Autonews, Kamis (17/11/2011).

Hasil ini didapat setelah meneliti 25 mobil hybrid dan konvensional model tahun 2003-2011. Mobil hybrid yang dites antara lain Toyota Prius, Honda Insight dan Chevy Volt serta mobil listrik Nissan LEAF dan Ford Focus Electric.

Namun, meski lebih aman bagi pengemudi, mobil jenis ini ternyata memiliki sisi negatif karena dianggap berbahaya bagi para pejalan kaki. Sebab ketika mode listrik berjalan dan mobil melaju menggunakan motor listrik yang tenaganya disuplai dari baterai, mobil-mobil ini biasanya sangat sunyi.

Dalam sebuah studi berbeda, mobil hibrida 20 persen lebih mungkin menabrak para pejalan kaki dan membuatnya cedera dibandingkan dengan rekan-rekan konvensional mereka.

"Ketika hybrid beroperasi dengan mode listrik, pejalan kaki tidak dapat mendengar mereka mendekat," kata Moore dalam sebuah pernyataan.

Sebenarnya ini adalah masalah yang memang sudah diprediksi sejak awal. Pada awal tahun ini bahkan Kongres Amerika memberikan tenggat waktu selama 3 tahun kedepan kepada Badan Keselamatan Lalu Lintas dan Jalan Raya Amerika atau National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) untuk mereduksi masalah ini.

Caranya adalah dengan membuat persyaratan agar setiap mobil hybrid dan listrik melengkapi diri dengan perangkat yang bisa menghasilkan suara sebagai pengganti suara mesin untuk memperingatkan pejalan kaki.

Perangkat itu sendiri saat ini telah tersedia di generasi ketiga Prius di Jepang sejak Agustus 2010 dan diharapkan datang ke pasar AS mulai Toyota Prius V model tahun 2012.

Para Nissan LEAF, meskipun tidak termasuk dalam penelitian, juga dilengkapi dengan suara kendaraan yang dirancang untuk memperingatkan pejalan kaki bahwa kendaraan yang mendekat saat berkendara pada kecepatan tertentu.

(ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads