Efek Banjir Thailand, Harga Suku Cadang Naik 10 Persen

Efek Banjir Thailand, Harga Suku Cadang Naik 10 Persen

- detikOto
Jumat, 11 Nov 2011 13:25 WIB
Efek Banjir Thailand, Harga Suku Cadang Naik 10 Persen
Jakarta - Banjir Thailand benar-benar memutus rantai produksi suku cadang otomotif. Akibatnya suku cadang pun mengalami kenaikan harga per item sampai 10 persen.

"Saat ini sih memang lagi sepi, tapi akibat musibah banjir di Thailand, harga sparepart pun mengalami kenaikkan. Kenaikannya lumayan tinggi bisa 10 persen setiap item sparepart," ujar pemilik sparepart Indonesia Baru khusus sparepart Honda, di Pasar Mobil Kemayoran Blok A 26, Darmo, saat ditemui detikOto.

Darmo pun menambahkan untuk sparepart Honda diperkirakan 75 persen buatan Thailand. Seperti dudukan mesin, Shock blaker, head kopling, dan lain-lain. Yang paling sering dibutuhkan oleh para pengendara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk barang yang sekarang baru order, itu belum tentu ada, yang ada sekarang itu sudah 3 bulan lalu memesannya dan kalau pun ada itu akan mengalami kenaikan harga. Karena di sana (Thailand) kan stock tinggal sedikit, kalau pun mereka kembali produksi pasti tidak akan maksimal. Dan ini juga yang bisa menyebabkan kenaikkan harga di sini, karena mereka pasti juga akan menaikkan harga spare part di sana(Thailand),"ujar Darmo.

"Namun saya perkirakan semuanya akan mulai jelas telihat setelah 3 bulan musibah ini berlalu,"tambah Darmo.

Namun ternyata tidak semua harga sparepart di Pasar Mobil Kemayoran, Jakarta, mengalami kenaikkan harga. Seperti pada pabrikkan Jepang Toyota.

"Sampai saat ini belum ada kenaikkan harga akibat musibah di Thailand. Memang saya juga mengetahui bahwa Toyota pun terkena hampir 70 persen tapi produk lokal, malaysia dan Jepang masih masuk, dan kami pun masih melakukan pemesanan," kata pemilik Genuine Parts Resmi Toyota di Pasar Mobil Kemayoran Blok A-03 A-B, Tanggianto Kurniawan.

"Saya biasanya melakukan pemesanan kepada Auto2000. Dan saya rasan apa yang mungkin dianggap penting dan sering dibutuhkan itu sudah ada stocknya oleh sebab itu kami tidak masalah," ujar Tanggianto.

"Lagi pula sparepart yang diambil toyota itu hanya lampu-lampu dan body saja, bukan bagian sparepart yang penting seperti mesin,"tutupnya sambil tersenyum.

(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads