Hal ini disampaikan oleh Dirjen Migas Evita Herawati Legowo ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/10/2011).
"Untuk premium non subsidi, kita menghindari itu. Kita menghindari adanya dua harga untuk BBM yang sama, jadi kalau beda BBM ya beda harganya," kata Evita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak masyarakat pengendara mobil yang berminat untuk menggunakan premium ketimbang menggunakan Pertamax yang harganya tinggi di atas Rp 8.000 per liter.
Soal opsi pembatasan BBM subsidi tahun depan, Evita mengatakan sudah menyiapkan semuanya. Namun belum bisa dibuka menunggu pembahasan dengan Komisi VII DPR.
(nrs/ddn)












































Komentar Terbanyak
Merasa Jago Nyetir? Buktikan di Kuis Ujian 'SIM' DetikOto, Ada Hadiahnya!
Intip Garasi Gubernur Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 900 Miliar
Opsen Mencekik! Muncul Gerakan Setop Bayar Pajak Kendaraan