Sebuah laporan yang diterbitkan dalam British Medical Journal menemukan ada peningkatan risiko serangan jantung pada orang-orang yang menghirup udara dengan kandungan polusi tinggi. Serangan ini bisa terjadi 6 jam pasca orang menghirup udara dengan tingkat polusi yang tinggi.
Para peneliti percaya bahwa asap knalpot yang dihasilkan kendaraan bermotor memang tidak secara langsung menyebabkan serangan jantung, tapi, bila manusia terus-menerus menghirup udara yang terpolusi maka efek negatif akan terjadi terutama pada tingkat harapan hidup masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Studi skala besar ini menunjukkan secara meyakinkan bahwa risiko Anda terkena serangan jantung naik, sekitar enam jam setelah menghirup asap knalpot kendaraan," kata Prof Pearson.
"Kita tahu polusi dapat memiliki efek besar pada kesehatan jantung Anda, mungkin karena bisa 'menebalkan' darah untuk membuatnya lebih mungkin untuk membeku, menempatkan Anda pada risiko tinggi serangan jantung," tambahnya lagi.
"Saran kami kepada pasien tetap sama, jika Anda telah didiagnosa dengan penyakit jantung, cobalah untuk menghindari menghabiskan waktu berlama-lama di luar di daerah dimana ada kemungkinan tingkat polusi lalu lintas yang tinggi, seperti pada atau dekat jalan raya," sarannya.
Penelitian ini seolah mempertegas 'ketidak-sehatan' lalu lintas di Bumi setelah sebelumnya beberapa penelitian juga mengatakan kalau asap knlapot juga bisa membuat kerusakan otak dan Alzheimer.
Namun, peneliti dari London School of Hygiene and Tropical Medicine, Krishnan Bhaskaran tidak begitu yakin kalau asap knalpot mampu secara langsung menimbulkan serangan jantung pada seseorang.
Tapi terlepas dari hal itu, kedua peneliti ini sepakat kalau merokok dan diet yang tidak sehat memiliki kecenderungan negatif yang jauh lebih besar daripada asap knalpot.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?