Bahkan Levin yang merupakan Senator asal Michigan, mengirimkan surat langsung kepada Mentri Perdagangan AS, Rebecca Blank terkait hal tersebut. Levin mengatakan dirinya sangat khawatir kalau mobil listrik Chevrolet Volt yang tahun depan akan dipasarkan di China teknologinya akan dicuri.
"Chevrolet Volt merupakan kekayaan intelektual yang dikembangkan di Amerika Serikat dan dibayar dengan dollar untuk penelitian dan pengembangannya oleh General Motors," tulis Levin seperti detikOto kutip dari USA Today, Kamis (22/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekhawatiran Levin ini bermula dari rencana Chevrolet untuk memasarkan mobil listrik Volt di China pada tahun depan. Kabar mengatakan kalau para pejabat China tidak akan membiarkan Volt mendapat insentif terkait mobil ramah lingkungan yang besarannya mencapai US$ 20.000 permobil bila Chevrolet tidak mau memberikan kunci teknologi mereka.
Namun, Juru bicara GM, Greg Martin mengatakan bahwa perusahaan itu tidak memiliki rencana untuk mengubah waktu peluncuran Volt China dan tidak pula memiliki berniat untuk mentransfer teknologi kendaraan yang mereka miliki itu ke negeri tirai bambu.
"Rencana Volt tetap tidak berubah," kata Martin. "Kami telah melakukan bisnis di pasar China selama 15 tahun, dan kami ingin membantu menumbuhkan penerimaan pasar untuk kendaraan listrik di negara ini," jelasnya.
Sebelumnya, seorang Senator Amerika bernama Debbie Stabenow juga sempat mencetuskan desakan agar pemerintah AS mengambil langkah pencegahan agar pemerintah China tidak memperoleh teknologi mobil dari General Motors Co dan Ford Motor Co.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
SIM Digital Meluncur, Apa Keunggulannya?
Hitung-hitungan Penghasilan Ojol Usai Tarif Aplikasi Dipangkas
Honda 'Brio Listrik' Resmi Meluncur, Segini Harganya