"Secara prinsipal ada keinginan untuk naik," ujar Direktur Pemasaran TAM Joko Trisanyoto di sela-sela acara Test Drive Grand New Fortuner di Bali, Rabu (21/9/2011).
Joko mengakui jika Toyota di sejumlah negara telah menaikkan harga mobil-mobilnya, namun pihaknya tidak mau terburu-buru untuk ikut-ikutan menaikkan harga kendaraan Toyota di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Joko, jika akan menaikkan harga sebuah produk harus memiliki alasan yang kuat agar bisa diterima pasar. Selain itu, pihaknya juga menunggu momentum yang pas untuk bisa menaikan harga produknya.
"Alasannya kita naik apa, kita tunggu momentum yang pas juga. Pertimbangannya adalah market dan kompetisi," jelasnya.
Sebelumnya, Toyota di India berencana menaikkan harga mobil sebesar 1,5 persen sampai 2 persen yang berlaku efektif pada bulan depan.
Alasan utama kenaikan harga adalah ongkos produksi yang makin tinggi yang menurut Toyota sangat sulit dikontrol dengan kondisi pasar saat ini.
Penguatan yen juga merupakan salah satu alasannya.
(ddn/ddn)










































