BMW pun menilai pembajakan produk merupakan permasalahan global yang harus direspons dengan sebuah langkah-langkah, yang bertujuan untuk menjamin keselamatan konsumen dan sekaligus melindungi mereka dari risiki kerugian.
"Ini merupakan permasalahan serius dan bahkan di suatu negara sudah ada industri kecil, menengah dan besar membuat produk secara massal dan segara menjualnya keseluruh dunia. Ini tidak hanya merugikan finansial kami, lebih dari itu keselamatan pengendara bisa menjadi taruhannya," ucap BMW AG Product Management Department Nicole Spila, di Hotel Indonesia-Kempinski, Jakarta, Senin (19/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak tanggung-tanggung berbagai spare part (seperti kampas rem, kaca depan), aksesoris seperti pelg dan lambang BMW yang tepat berada di setir kemudi pun ikut ditiru, yang bisa membahayakan para pengendara. Dan diperkirakan sebanyak 20-30 item BMW ditiru pembajak yang tak bertanggung jawab.
Namun meskipun BMW mengalami kerugian yang signifikan, BMW enggan berbagi seberapa besar kerugian yang didapat BMW.
"Ada kerugian sih pasti, namun yang kita utamakan saat ini keselamatan pelanggan. Oleh sebab itu kami akan melakukan sosialisasi kembali agar para kepada konsumen merasa nyaman, serta tahu bagaimana bentuk spare part yang palsu, dan lebih menghargai keselamatan mereka," tutup Nicole.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Sekarang Dijual Rp 16.250/Liter, Ternyata Harga Asli Pertamax Segini
Penjelasan Pertamina soal Harga Pertamax Tiba-tiba Naik 10 Juni
Cerita Prabowo Naik Maung: Atap Bocor, Bunyi Gledak-gledak