Senator Amerika: China Mau Curi Teknologi Mobil Amerika

Senator Amerika: China Mau Curi Teknologi Mobil Amerika

- detikOto
Jumat, 16 Sep 2011 18:08 WIB
Senator Amerika: China Mau Curi Teknologi Mobil Amerika
Washington D.C - Negeri tirai bambu, China menekan para pabrikan mobil untuk mentransfer teknologi ramah lingkungan seperti hybrid dan listrik. Namun senator Amerika menolak hal tersebut dan menggangap itu sebagai sebauh pencurian teknologi.

Senator Amerika bernama Debbie Stabenow mendesak presiden Barack Obama untuk mengambil langkah mencegah pemerintah China memperoleh teknologi mobil dari General Motors Co dan Ford Motor Co.

Argumen yang keluar dari senator wanita tersebut tercetus karena ada beberapa berita yang menyebutkan kalau China mencoba untuk menekan pabrikan mobil Amerika, termasuk General Motors dan Ford untuk mentransfer teknologi listrik dan plug-in hybrid ke perusahaan China agar kendaraan disana dapat memenuhi syarat mengikuti program insentif mobil ramah lingkunagn.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Transfer teknologi secara paksa agar perusahaan China menggunakan teknologi Amerika untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan Amerika dalam industri seperti pemurnian air, kereta api berkecepatan tinggi dan turbin angin," ungkapnya seperti detikOto kutip dari chinacartimes, Jumat (16/9/2011).

"Dalam industri ini, jika perusahaan-perusahaan AS menolak untuk menyerahkan rahasia teknik, China mengancam akan menolak akses ke pasar Cina," tulisnya.

Langkah China ini menurutnya adalah bukti bahwa China mengabaikan properti intelektual dan perdagangan yang adil, dan melanggar aturan-aturan perdagangan untuk keuntungan sendiri.

Namun anehnya, baik General Motors maupun Ford ternyata tidak memiliki niat memasukkan mobil berteknologi canggih mereka ke pasar China. Jadi menurut beberapa media China, argumen senator AS itu cenderung tidak jelas maksudnya.

"Kami menghargai dukungan dari Senator Stabenow di industri kami. Namun, dia mengangkat isu yang berlaku untuk kendaraan listrik, yang saat ini kami tidak menjual atau memproduksi di China," kata juru bicara Ford Meghan Keck.

Sementara General Motors mengungkapkan kalau transfer teknologi yang ditakutkan oleh senator AS dalam waktu dekat tidaklah akan terjadi. Sebab General Motors tidak akan memproduksi mobil-mobil ramah lingkungan mereka di China, tapi akan di produksi langsung di Amerika.

"GM ingin membantu menumbuhkan penerimaan pasar untuk pengenalan awal kendaraan listrik dan rencana untuk (Chevrolet) Volt kami tetap tidak berubah. Mobil itu akan diperkenalkan sebagai kendaraan yang sepenuhnya diimpor, karena kita ingin menjualnya dengan cepat. Dengan demikian, tidak ada persyaratan konten lokal," tuntas juru bicara GM, Greg Martin.

Tapi sebuah kawat diplomatik yang dibocorkan wikileaks mengatakan bahwa Ford pernah mengeluh kesulitan bekerja sama dengan mitra lokal mereka, Changan.

Dalam kawat diplomatik yang dikirimkan pada Agustus 2009 itu terungkap kalau Changan pernah menyalin data teknis dari Mazda3 yang kemudian diimplementasi pada model Yuexiang. Seperti diketahui, Mazda memang memiliki hubungan aliansi yang erat dengan Ford.

Sebagai akibat dari insiden tersebut, kabel itu berkata, Ford "sekarang lebih ketat mengontrol berbagi data teknik."

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads