Kini secara resmi tongkat komando PT General Motors Autoworld Indonesia (GMAI) kembali ke tangan asing setelah Marcos A. Purty didaulat sebagai Presiden Director.
"Kita sangat optimistis dengan pasar Chevrolet di Indonesia. Pertumbuhan penjualan sebesar 59 persen setiap bulannya," ungkapnya ketika berkenalan dengan wartawan Indonesia di Hotel Mulia, Jakarta (28/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penguatan di internal perusahaan pun menjadi salah satu fokus utamanya seperti fokus untuk meningkatkan kinerja karyawan agar lebih baik, menjalin kerjasama dengan diler-diler Chevrolet di Indonesia dan memberikan pengalaman yang lebih terhadap para pelanggan Chevrolet.
"Langkah pertama yang harus dijalankan adalah meningkatkan kinerja karyawan, menjalin hubungan dengan diler-diler, memperbaiki aftersales, mengembangkan jaringan dan memberikan pengalaman yang lebih kepada para konsumen," ucap Marcos.
Marcos juga mengatakan ingin menghadirkan produk kendaraan yang berbeda dari para pesaingnya namun tetap memiliki harga dan desain yang kompetitif.
"Semua orang ingin produk yang baik. Dan kita ingin menghadirkan itu. Saat ini kita ingin produk yang berbeda di pasar otomotif Indonesia," pungkasnya.
Sebagai implementasinya, Chevrolet menurut Marcos siap menghadirkan Chevy Colorado dan sejumlah mobil lainnya yang rencananya bakal masuk Indonesia meski dia masih enggan membeberkannya secara rinci.
"Kita punya Captiva, Spark. Untuk sementara kita fokus ke Colorado. Kita hanya fokus untuk memproduksi itu. MPV PM7 masih dikembangkan untuk selanjutnya. Semua orang tahu dengan Chevrolet. Chevy sangat dikenal di Indonesia," yakinnya.
Sebelumnya, Marcos A. Purty adalah Direktur Manufakturing dari PT General Motors Indonesia Manufacturing, sebuah perusahaan yang dibangun untuk menjalankan roda produksi mobil Chevrolet di Indonesia yang akan kembali digulirkan. Selain itu, Marcos juga menjadi pejabat sementara Managing Director PT GM Indonesia setelah Mukiat Sutikno berlabuh ke Hyundai.
Sebelum berkarir di Indonesia Marcos A. Purty bertanggung jawab atas General Assembly, GM Holden Ltd., anak perusahaan General Motors di Australia. Marcos mengawali karirnya di General Motors pada tahun 1994 sebagai anggota Program Pelatihan Sarjana, setelah lulus dari Florida Agricultural and Mechanical University.
Selama 16 tahun berikutnya, Marcos bekerja dalam berbagai jabatan pada bidang manufacturing dan memegang posisi kepemimpinan penting di General Motors di Amerika Serikat, Australia, dan Kanada.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi