ERP dan Pembatasan Bisa Juga Malah Tambah Angka Penjualan Mobil

ERP dan Pembatasan Bisa Juga Malah Tambah Angka Penjualan Mobil

- detikOto
Jumat, 24 Jun 2011 13:08 WIB
ERP dan Pembatasan Bisa Juga Malah Tambah Angka Penjualan Mobil
Jakarta - Meski akan membatasi pergerakan kendaraan di Jakarta, penerapan sistem pelat nomor ganjil-genap atau Electronic Road Pricing (ERP) dinilai tidak akan mempengaruhi penjualan kendaraan di ibukota.

Bahkan alih-alih turun, pembatasan ini bisa jadi malah akan meningkatkan penjualan kendaraan.

Hal tersebut disampaikan Ketua III Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), yang juga Presdir PT Toyota-Astra Motor Johnny Darmawan di sela-sela peresmian diler Toyota di Tangerang, Banten, Jumat (24/6/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya katakan peraturan ganjil-genap atau ERP itu bisa jadi mempengaruhi penjualan (turun), atau bisa jadi malah meningkatkan penjualan atau tidak berpengaruh sama sekali," ungkapnya.

Hal ini menurutnya memiliki alasan. Bisa jadi penjualan mobil turun akibat aturan ini. Bisa jadi pula malah akan meningkatkan penjualan.

"Sebab yang tadinya hanya punya satu mobil dengan pelat nomor genap misalnya, bisa jadi akan membeli satu mobil lagi agar punya mobil berpelat nomor ganjil," tandasnya.

Hal itu bagi masyarakat menengah memang sangat dimungkinkan. Sebab dengan adanya dua mobil, si suami akan menggunakan satu mobil, sementara si istri akan menggunakan satu mobil lagi untuk mengantar anak.

Seperti diberitakan sebelumnya, penerapan electronic road pricing (ERP) semakin dekat bisa terlaksana. Presiden SBY telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) No 32 Tahun 2011 tentang Manajemen Rekayasa Lalu Lintas yang di antaranya ada mengatur soal ERP.

ERP akan diberlakukan di jalur 3 in 1 untuk menggantikan sistem itu. Jalur yang akan menggunakan ERP adalah Jl Hayam Wuruk, Jl MH Thamrin-Jl Jenderal Sudirman, Jl Sisingamangaraja serta di Jl Rasuna Said, Kuningan. ERP diberlakukan pada pukul 07.00-10.00 WIB dan 16.30-19.30 WIB.

Pengambil keputusan optimistis dengan pembatasan kendaraan sistem ERP ini dapat mengurangi kemacetan. Di negara padat seperti Singapura dan Stockholm, sistem ERP sukses menekan kemacetan.

Meski rencana ini memberikan hawa positif, namun Pemprov DKI masih terkendala hal lain yakni pengadaan barang. ERP ini harus terintegrasi dengan kamera dalam pengoperasiannya.

Nah, sementara pengadaan barang untuk ERP belum terwujud, dalam jangka pendek ini, Pemprov DKI dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengusulkan untuk mengujicobakan pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil-genap.

Dua instansi ini sepakat mengujicobakan sistem ganjil-genap ini sebelum perhelatan akbar Sea Games 2011 pada bulan November mendatang.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads