×
Ad

Ini Keunggulan Blade Battery Generasi Kedua Racikan BYD

Luthfi Anshori - detikOto
Senin, 19 Okt 2026 08:09 WIB
BYD M6 EV dengan blade battery generasi kedua. Foto: BYD
Jakarta -

BYD mengembangkan blade battery generasi kedua dengan sejumlah pembaruan teknologi yang berfokus pada peningkatan performa baterai mobil listrik. Blade battery ini sudah digunakan pada sejumlah model BYD Indonesia, seperti New Danza D9 dan Z9GT.

Teknologi tersebut merupakan hasil penelitian intensif selama enam tahun. BYD mengintegrasikan peningkatan kepadatan energi, efisiensi perpindahan ion, dan manajemen termal dalam satu desain baterai.

Salah satu peningkatan utamanya adalah kepadatan energi yang naik 5% dibandingkan generasi sebelumnya. Menariknya, peningkatan tersebut diklaim tak mengorbankan kemampuan pengisian daya cepat, yang selama ini menjadi tantangan dalam pengembangan baterai kendaraan listrik.

Buat mewujudkannya, BYD memperkenalkan sistem transportasi ion bernama FlashPass. Teknologi ini dikembangkan buat mengurangi hambatan internal baterai lithium iron phosphate (LFP), sehingga perpindahan energi di dalam sel berlangsung lebih efisien.

FlashPass mengandalkan tiga teknologi utama. Pertama, katode Flash-Release yang menggunakan susunan partikel bertingkat untuk mendukung kepadatan energi tinggi sekaligus mempercepat proses interkalasi ion.

Kedua, elektrolit Flash-Flow yang memanfaatkan optimalisasi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan konduktivitas dan mobilitas ion. Ketiga, anode Flash-Intercalate yang memiliki struktur penyisipan litium multidimensi untuk memungkinkan perpindahan ion litium secara tiga dimensi.

Ketiga pendekatan tersebut dirancang untuk menekan hambatan internal baterai. Dengan hambatan yang lebih rendah, perpindahan energi dapat berlangsung lebih efisien sekaligus membantu mengendalikan panas yang muncul ketika baterai menerima daya tinggi dalam waktu singkat.

BYD juga melakukan pembaruan pada lapisan Solid Electrolyte Interphase (SEI), bagian penting dalam baterai lithium-ion. Lapisan ini direkayasa agar sangat tipis untuk mendukung konduktivitas ion, tetapi tetap padat guna menjaga stabilitas kimia.

Untuk mempertahankan keseimbangan tersebut, Blade Battery generasi kedua dilengkapi teknologi perbaikan mandiri atau self-repairing. Pendekatan ini ditujukan untuk menjaga kinerja lapisan SEI sekaligus mendukung daya tahan baterai.

Keselamatan Jadi Fokus

Peningkatan kepadatan energi dan kecepatan pengisian daya juga diimbangi dengan serangkaian pengujian keselamatan. Salah satu pengujian yang disorot BYD adalah uji pengisian daya flash secara bersamaan dengan nail-penetration test atau pengujian penusukan paku.

BYD menyebut pengujian tersebut sebagai yang pertama di dunia. Hasilnya, baterai tidak mengalami thermal runaway atau lonjakan suhu yang tidak terkendali, serta tidak mengeluarkan asap maupun api, bahkan setelah melewati 500 siklus pengisian daya flash.

Pengujian lainnya dilakukan dengan memicu hubungan arus pendek secara paksa pada empat sel baterai secara bersamaan. Dalam pengujian tersebut, baterai disebut tidak mengalami kebakaran atau ledakan, meskipun suhu mencapai lebih dari 700 derajat Celsius.

Rangkaian teknologi dan pengujian tersebut menunjukkan fokus BYD dalam mengembangkan baterai yang tidak hanya menawarkan pengisian daya cepat dan kepadatan energi lebih tinggi, tetapi juga memperhatikan pengendalian panas serta keselamatan.



Simak Video "Video: Detik-detik Sopir Taksi Green SM Terseret BYD 50 Meter di Tol Jakbar"

(lua/rgr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork