BYD Impor Mobil Lagi dari China, Ini Modelnya

BYD Impor Mobil Lagi dari China, Ini Modelnya

Dina Rayanti - detikOto
Senin, 13 Apr 2026 10:18 WIB
PT BYD Motor Indonesia memperluas pilihan SUV listriknya di pasar Tanah Air dengan meluncurkan BYD Atto 3 Advanced Plus pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Varian ini hadir sebagai model baru yang m
BYD Atto 3. Foto: Pradita Utama / detikfoto
Jakarta -

BYD terpantau kembali melakukan kegiatan impor dari China sepanjang Maret 2026. Ini mobil BYD yang diimpor dari China itu.

BYD terlihat tak melakukan impor mobil dari China per Januari 2026. BYD sebelumnya sepenuhnya mengimpor secara utuh dari China untuk mobil-mobil yang dijual di Indonesia. Nggak heran kalau sepanjang tahun 2025, BYD jadi pabrikan yang mengimpor mobil ke Indonesia paling banyak dibandingkan merek lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masuk tahun 2026, pada dua bulan pertama tepatnya pada Januari-Februari, tak ada satu pun mobil yang diimpor BYD dari Negeri Tirai Bambu. Namun pada bulan ketiga, rupanya BYD kembali mengimpor mobil dari China. Berdasarkan data impor yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) periode Maret 2026, ada 200 unit mobil BYD didatangkan dari China. Modelnya berupa Atto 3 Advanced Standard Range. Untuk diketahui, pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, BYD memang merilis Atto 3 Advanced Plus yang dibanderol Rp 415 juta.

BYD memang tengah mengebut pembangunan pabrik di kawasan Subang. BYD juga menyebut sudah tak sabar untuk memproduksi mobil dengan buatan Indonesia itu. Harapannya, pabrik bisa ngebul tahun ini. Pabrikan asal Shenzhen itu juga mengaku sudah melakukan serangkaian tes sebelum sepenuhnya memproduksi mobil di dalam negeri.

ADVERTISEMENT

Dengan adanya produksi dalam negeri, ini tak serta merta menyetop impor mobil BYD ke depannya. Head of PR and Government BYD Indonesia Luther Panjaitan mengatakan, kegiatan impor masih tetap ada. Terlebih dilakukan untuk model-model tertentu.

"Importasi adalah bagian dari back up plan untuk kondisi-kondisi tertentu khususnya demand market khusus. Artinya kami tidak bisa bilang nol tapi kami masih bisa mengutilisasi itu untuk demand khusus tapi kita akan fokus untuk produksi lokal," jelas Luther belum lama ini.

Belum diketahui model apa yang bakal diproduksi dalam negeri. Sebagai bentuk kesiapan pabrik di Subang, BYD sudah mengantongi beberapa sertifikasi penting, antara lain; WMI (World Manufacturer Identifier) untuk NIK, Certificate of Standard, dan sertifikat IKD (Incompletely Knocked Down).

"Artinya (dengan sertifikasi) sangat eligible untuk segera berproduksi," terang Luther.




(dry/rgr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads