Rasa simpati itu kemudian mereka wujudkan dalam sebuah acara Ngamen 'Lewat musik kita peduli bencana, Pray to Pemalang' yang digelar di dua titik yaitu pasar Moga dan perempatan lampu merah Randudongkal Pemalang (22/03/2014) lalu.
"Kami hanya punya kemampuan bermusik, itulah yang nanti kami persembahkan untuk menyentuh masyarakat agar menyisihkan dananya bagi saudara-saudara kita yang sedang terlanda musibah," papar Udin (kobot), penggagas acara amal ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pentas musik yang dimulai pukul 09.00 pagi dimulai dari 2 titik yaitu Moga dan Randudongkal mendapat antusias dari para pengguna jalan yang sedang melintas.
Lagi menurut Udin, salah satu pengurus komunitas ini menaruh apresiasi atas respons para musisi dan penyanyi di Kabupaten Pemalang.
Untuk donasi sampai acara ditutup pukul 5 sore dari total donasi yang terkumpul Rp.5.755.500 yang disumbangkan langsung kepada korban longsor di daerah Cikadu karena sampai saat ini 2020 jiwa masih tinggal di barak Pengungsian.
"Kami sudah beberapa kali melakukan aksi sosial ke warga Pemalang dan sekitar yang sedang tertimpa musibah. Peran serta para musisi dan Scooterist ini tentu memberi semangat tersendiri bagi kami, dan sekaligus bukti bahwa masih banyak masyarakat kita yang peduli pada saudaranya yang sedang tertimpa bencana," cetusnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun