Harga Pertalite Bakal Naik, Komunitas Mobil Menolak

ADVERTISEMENT

Harga Pertalite Bakal Naik, Komunitas Mobil Menolak

Tim detikOto - detikOto
Rabu, 24 Agu 2022 21:12 WIB
Penggunaan MyPertamina untuk beli Pertalite dan Solar mulai diujicoba hari ini. Uji coba awal akan dilakukan di 11 daerah seluruh Indonesia.
Ilustrasi SPBU saat pendaftaran Pertalite (Foto: Antara Foto/Iggoy el Fitra)
Jakarta -

Pemerintah akan mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minya (BBM) Pertalite minggu ini. Kabar ini juga menjadi kabar yang mengejutkan bagi para komunitas mobil. Wajar sih, mengingat satu komunitas memiliki anggota dari berbagai kalangan.

Seperti yang disampaikan beberapa anggota komunitas Avanza Xenia Solution (AXS) kepada detikOto, yang menyatakan tidak setuju dengan rencana pemerintah akan menaikkan harga jual BBM Pertalite.

"Tidak setuju. Alasannya, kalau menurut kami harga yang sudah ada saja sudah cukup mahal, karena kami termasuk pengguna bahan bakar Pertalite. Malah saran kami bagi komunitas mobil kalau bisa diturunkan, tapi semuakan tergantung pemerintah," ujar Yopie anggota komunitas AXS Jakarta Timur.

Hal senada juga disampaikan Glend AXS Jakarta Timur, karena jika BBM Pertalite naik bisa ikut menaikan harga bahan pokok lainnya.

"Kalau menurut saya sangat tidak setuju, karena kalau Pertalite naik, pasti semua kebutuhan pokok juga ikutan naik dengan alasan BBM naik. Tetapi pas BBM turun, harga kebutuhan pokok tetap, itulah yang sangat merugikan rakyat dengan ekonomi menengah ke bawah, apalagi kalau harga BBM yang naik di daerah terpencil pasti akan sangat berat sekali dampaknya," kata Glend

Komunitas AXS dari Bogor dan Purworejo juga ikut menyampaikan pendapatnya yang tidak setuju dengan rencana kenaikan BBM Pertalite.

Pertalite Jadi Buruan di Parung PanjangIlusrasi Pertalite Jadi Buruan di Parung Panjang Foto: Pertalite Jadi Buruan di Parung Panjang (Acmad Dwi Afiryadi/detikcom)

"Menurut saya sih ada 2 opsi, Pertama boleh naik (BBM naik harga) asal jangan terlalu mahal. Kedua, tidak setuju naik, karena kasihan masyarakat kecil seperti saya yang suka ikut berkomunitas, silaturahmi terkendala," ujar Yayat dari AXS Bogor Raya.

"Pertama, agak memberatkan bagi komunitas AXS Purworejo, ini akan berdampak ke semuanya termasuk kebutuhan Pokok," tambah Gonder dari AXS Purworejo.

Pertalite pertama kali dikenalkan pada tahun 2015. Saat peluncuran perdananya itu, Pertalite dijual Rp 8.400 per liter. Di masa uji coba itu, Pertamina melihat animo masyarakat terhadap BBM dengan RON 90 tersebut. Bila positif, maka penjualan sekaligus jumlahnya bakal ditambah.

Usai peluncuran, Pertalite masih kurang digemari. Masyarakat saat itu lebih memilih premium karena banderol harganya lebih murah lantaran mendapat subsidi. Kemudian, harga Pertalite juga sempat dipatok sama dengan Premium yakni Rp 6.450 per liter lewat program Langit Biru. Program tersebut sekaligus diharapkan agar masyarakat mau beralih menggunakan BBM yang ramah lingkungan.

Semakin ke sini, Pertalite kian populer seiring dengan menghilangnya Premium dari pasaran. Pertalite pun dijual Rp 7.650 per liter tidak lagi sama dengan harga Premium.
Pun sejak Maret 2022, Pertalite juga ditetapkan menjadi Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP). Sebagai JBKP, Pertalite juga dianggap sebagai BBM subsidi. Karena mendapat subsidi, distribusi Pertalite juga harus diatur. Ini dilakukan agar penyalurannya lebih tepat sasaran.

Saat ini, pemerintah masih melakukan revisi Peraturan Presiden nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak. Ada beberapa skema yang disiapkan.

Pertama, adalah mengenai pembatasan berdasarkan kapasitas kubikasi kendaraan. Kemudian, ada juga pembahasan Pertalite hanya untuk kendaraan umum dan roda dua. Terakhir adalah hanya untuk warga yang tidak mampu berdasarkan data dan akan diberikan subsidi melalui Bantuan Langsung Tunai.



Simak Video "Asiknya Keliling Kota Hujan Dengan Para Pecinta Mobil, Bogor"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT