Tolak Sportscar Eropa, Ini Alasan Mengapa Orang Indonesia Beli Nissan GT-R

Luthfi Anshori - detikOto
Sabtu, 23 Feb 2019 22:11 WIB
Nissan GT-R Foto: Response
Jakarta - Nama Nissan GT-R barangkali tidak terlalu terkenal jika dibandingkan dengan sportscar buatan Eropa seperti Ferrari atau Lamborghini. Karena baik Ferrari maupun Lamborghini masih dijadikan sebagai tolak ukur sportscar di Indonesia.

Namun bukan berarti Nissan GT-R sepi peminat. Sportscar asal Jepang yang jadi artis di serial animasi Initial D itu juga banyak digunakan di Indonesia. Bahkan komunitas mobil ini sudah berdiri dengan nama GTR Owner Club Indonesia (GOCI).



Ada alasan khusus mengapa konsumen penggila kecepatan di Indonesia memilih Nissan GT-R sebagai mobil hobinya. Seperti dijelaskan oleh Presiden GOCI, Budi, Nissan GT-R dipilih konsumen Indonesia karena mobil ini memiliki harga tergolong ramah untuk sebuah mobil bertenaga 550 dk.

"Nissan GTR itu menurut kami sportscar entry level dengan harga yang terjangkau," ucap Budi, ditemui detikOto di acara GOCI Gala Dinner 2019, di Senayan, Jakarta, Sabtu (23/2/2019).

Nissan GT-RNissan GT-R Foto: Luthfi Anshori/detikOto


Budi mencontohkan dengan budget Rp 4,6 miliar, konsumen sudah bisa memiliki mobil spek racing yang punya performa mumpuni.

"Dengan sekarang harga mobil (GT-R) baru kan Rp 4,6 miliar, bisa beli apa kira-kira yang tenaganya 550 dk, selain GTR ? Kayaknya nggak ada. Jadi dari harga dan power ratio itu tergolong murah," lanjut Budi.

Tidak hanya valuable di unit barunya. Nissan GT-R juga sangat bernilai di kondisi bekasnya.



"Misal kita ngomong harag bekasnya GT-R. Tahun 2008 itu harganya sekitar Rp 1,8 miliar saja," pungkas Budi.

Memang jika dibandingkan dengan mobil sport buatan Eropa, Nissan GT-R punya harga yang lebih murah. Sebab harga mobil seperti Lamborghini dan Ferrari rata-rata dibanderol di atas Rp 6 miliar. (lua/lth)