Hal ini diperlihatkan Komunitas Proton Malaysia pada ajang Proton Ambassadors Escapade 2012, dengan rute Malaysia-Phuket Thailand atau bisa disetarakan dengan rute perjalanan Jakarta-Lombok-Jakarta.
"Ada beberapa yang harus diingat para komunitas, salah satunya dengan tidak boleh motong jalan menyalip dan nyusul kendaraan lain, jadi sangat dibutuhkan konsisten dalam satu line up," begitu wanti-wanti Kopral Razaidi, Polis di Raja Malaysia (PDRM) saat berkomunikasi dengan detikOto di sela-sela Proton Ambassadors Escapade 2012.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski setiap kendaraan tidak menggunakan nomor punggung, bila ada kendaraan tertinggal maka kendaraan tersebut akan kembali berada dalam line-up yang sama.
"Para rombongon juga boleh melintas dengan maksimal kecepatan mencapai 90km/jam dalam kota, dan bila berada dalam jalan bebas hambatan mencapai 120km/jam," tambah Razaidi.
Line-up rapi dengan tingkat disiplin yang tinggi, klub Proton Malaysia mampu menunjukan sebuah konvoi yang sempurna tanpa membuat jalanan menjadi tersendat atau macet.
"Ada 3 hal yang dipegang para komunitas dalam konvoi kali ini yang menggabungkan 3 klub yang berasal dari beberapa negara (Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand). Yaitu koordinasi, komunikasi, dan emotion. Dan ini berjalan sangat baik sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik dan lancar,"ucap Head of product Development an Price Robby Prakoso, yang ikut menemani dalam touring kali ini.
Touring ini memakan jarak hingga mencapai kurang lebih 2.500 km dipimpin oleh beberapa polisi yang menggunakan motor besar.
Namun hebatnya para petugas kepolisian ini hanya sesekali menggunakan sirenenya dalam melintasi, hal ini sekaligus menandakan bahwa setiap pengendara sudah sangat tertib dalam berkendara.
Namun para petugas kepolisian Malaysia tidak sendiri, soalnya para petugas juga ditemani oleh team yang menyebut mereka Team Marshal. Team Marshal ini juga direngkut dari salah satu team Proton, Waja Performance Club Malaysia.
Team Marshal yang terdiri 6 kendaraan Waja yang terdiri dari, Control Car, Zero Car, Hot car 1-4 dan Sweeper berperan untuk mengawal setiap perjalanan rute Touring kali ini. detikOto melihat kekompakan dengan disiplin yang tinggi antar Team Marshal membuat perjalanan rute menjadi tertib dan teratur dengan satu komando.
Namun kerjasama antar sesama anggota dengan pihak kepolisian, dilengkapi dengan kondisi jalanan yang baik dan juga pengertian dari setiap pengendara lain selain peserta konvoi.
Tidak berhenti sampai disitu, para komunitas proton di Malaysia mendapatkan penghargaan dari IDDC (Indonesia Defensive Driving Course) yang dengan standar dari Austalia. Berkat ketertiban, kedisiplinan dan sangat menjunjung safety driving dalam Touring kali ini.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas