Jika Tahun 2010 lalu, TeRuCI bersama Toyota menggelar Tour de Lampung, dengan memperkenalkan dan melakukan uji coba Toyota New Rush maka pada tahun ini TeRuCI mengangkat isu bangsa yang saat ini lagi kurang terjamah yaitu 'Peduli dengan Budaya dan Sejarah'.
Konvoi dilakukan dengan selalu mengedepankan smart driving yang sudah menjadi jiwa dari TeRuCI dan Toyota selaku ATPM Toyota Rush.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum perjalanan peserta telah dibagikan oli gratis dan berbagai merchandise dari TOTAL sebagai salah satu sponsor yang ikut partisipasi dalam acara ini, dan begitu juga dari pihak GARDA OTO yang selain memberikan merchandise juga memberikan layanan berupa bantuan gratis dari pihak mekanik GARDA OTO apabila ada kendaraan dari para peserta yang mengalami kendala selama perjalanan.
Touring ini digelar dengan menyusuri pantura dari Jakarta menuju Cirebon, yang kemudian dilanjutkan ke Semarang dengan memperkenalkan sejarah Semarang termasuk di dalamnya keberadaan Sam Po Kong atau yang dulu dikenal dengan Laksamana Chen Ho.
Dari Semarang rombongan akan diajak mengikuti sejarah perkeretaapian Indonesia dengan melihat Museum Kereta Api Ambarawa dan kemudian dilanjutkan ke Yogyakarta untuk lebih mengenal lagi candi-candi besar salah satunya Prambanan, serta tak ketinggalan pengenalan budaya Keraton serta mengenal pengerjaan batik di Yogyakarta.
Semoga dengan acara Touring ini dapat mempererat silaturahmi diantara para anggota TeRuCI baik yang berada di Jabodetabek juga yang berada di wilayah-wilayah di luar Jakarta, seperti anggota yang berada Cirebon, Semarang, Yogyakarta dan sekitarnya.
Dan tentunya selalu mengedepankan semangat smart driving selama perjalanan diantara para peserta serta mengenalkan sejak dini kepada anggota keluarga mengenai hal peduli dengan budaya dan Sejarah, khususnya di wilayah negara tercinta kita Indonesia.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?