"Sudah berlaku, tapi memang PMK (Peraturan Menteri Keuangan)-nya belum ada," kata Harjanto, ditemui wartawan di seminar 'Indonesia Automotive Industry Readiness Towards Industry 4.0' di arena GIIAS 2019, ICE, BSD, Tangerang, Rabu (24/7/2019).
Aturan bernama super deductible tax ini tidak hanya berlaku di industri otomotif, tapi juga sektor industri lainnya. Harjanto juga mengatakan, kebijakan tersebut juga akan membuat industri Indonesia semakin berkembang dan sejajar dengan negara maju lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lanjut Harjanto, di industri otomotif, kebijakan ini bisa dimanfaatkan untuk menggenjot riset dan pengembangan di seluruh sektor, termasuk juga pengembangan kendaraan LCEV (Low Carbon Emission Vehicle).
"Dan ini bisa membantu supaya mengetrack investor masuk ke dalam negeri. Jadi 4.0 industry revolution itu bisa didorong kalau 2 GDP kita diarahkan ke R n D," terang Harjanto.
(lua/dry)












































Komentar Terbanyak
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Viral 70 Ribu Motor Listrik buat Operasional MBG, Harganya Bikin Kaget!
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi