Disampaikan Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara, 10 sampai 15 tahun lalu penyebaran kendaraan memang lebih tertuju di Jawa. Namun penyebaran tersebut tidak berimbang dengan infrastruktur dalam hal ini jalanan yang ada.
Sehingga mau tidak mau, banyaknya kendaraan itu menumpuk alias macet karena pembangunan infrastrukturnya kurang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan ini yang belakangan dikejar, dan dirasakan diseluruh Indonesia dan ini berdampak pada industri otomotif juga," tambahnya
Dan saat ini lanjut Kukuh, penyebaran kendaraan bukan lagi hanya tertuju ke Jakarta atau Jawa saja, namun hampir seluruh wilayah.
"Kalau memang pabrikan berkisar di Jawa Barat dan Jawa Timur, namun penyebaran kendaraan ini tidak bisa dihalangi. Jadi bukan hanya di Jawa," lanjutnya. (khi/dry)












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Bikin Harga Tambah Mahal, Mobil di Bawah Rp 1 Miliar Diusulkan Tak Kena PPnBM