Di pasaran, mobil LCGC sudah jarang sekali yang dibanderol Rp 100 juta ke bawah. Bahkan beberapa diantaranya sudah memepet harga jual city car. Tapi produsen menilai kenaikan harga LCGC dinilai wajar.
"Wajar kok karena ada depresiasi dolar, kenaikan income percapita, dan lainnya otomatis sejalan juga dengan kenaikan harga mobil," ucap Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi di sela-sela pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018, di ICE BSD, Tangerang, Kamis (2/8/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Airlangga Jadi Sopir Mobil Desa untuk Jokowi |
Sebab, lanjutnya, LCGC bukanlah mobil murah sehingga kenaikan dolar dan makin canggihnya teknologi di dalam mobil akan membuat mobil LCGC tak semurah dahulu.
"Kita tidak pernah bilang kalau LCGC itu mobil murah tetapi Low Cost Green Car. Kita tekan cost-nya, green-nya ditonjolkan, itulah penekanannya," ucap Nangoi.
"Maka kalau ada pergerakan rupiah dia akan berpengaruh juga, luxurious-nya yang makin tinggi juga berpengaruh jadi wajar saja," tambahnya.
(ruk/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!