"Kalau air brush pakai cat langsung, kalau ini pakai teknik water decal, pakai stiker dengan bantuan air. Tadinya khususnya buat helm sekarang buat motor," ungkap Manajer Toko Ronita DP, Mohamad Irfan di arena Indonesia International Motor Show (IIMS), di JI Expo Kemayoran, Jakarta.
Digital Printing Motor Foto: Dina Rayanti |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Helm dan motor sebulan, proses desain yang lama. Desainnya bebas, mau gambar apa aja bisa kita buatin. Ini dipernis dijamin awet. Nggak cepat pudar, asal jangan seharian dijemur," jelas irfan.
Digital Printing Motor Foto: Dina Rayanti |
Proses pengecatan digital printing ini dimulai dari pembuatan pola yang sesuai dengan model motor di komputer. Setelah itu dicetak di kertas decal dan dipasang pada motor. Setelah pemasangan selesai motor dipernis agar lebih awet.
"Pemasangannya sulit, dilakukan dua orang harus teliti dan sabar," kata Irfan.
Digital Printing Motor Foto: Dina Rayanti |
Irfan menambahkan pemilik motor sport paling sering menggunakan jasa digital printing ini ketimbang motor-motor biasa pada umumnya. Untuk motor sport biaya pemasangan sekitar Rp 5 juta sementara motor yang berukuran lebih kecil Rp 3,5 juta.
Karena kebanyakan konsumennya merupakan pengguna motor sport maka desainnya pun kebanyakan menginginkan motornya seperti layaknya motor di MotoGP. (dry/ddn)












































Digital Printing Motor Foto: Dina Rayanti
Digital Printing Motor Foto: Dina Rayanti
Digital Printing Motor Foto: Dina Rayanti
Komentar Terbanyak
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Cabut ke Vietnam, Ribuan Pegawai Kena PHK
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Mau Cabut ke Vietnam, Ini Alasannya
Harga Asli Pertalite Rp 18.040/Liter Lebih Mahal dari Pertamax, Begini Kata Pertamina