'Kalau Tak Ada Krisis, Penjualan Mobil Bisa Tembus 2 Juta Unit'

'Kalau Tak Ada Krisis, Penjualan Mobil Bisa Tembus 2 Juta Unit'

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Sabtu, 29 Apr 2017 16:43 WIB
Kalau Tak Ada Krisis, Penjualan Mobil Bisa Tembus 2 Juta Unit
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Penjualan mobil akhir-akhir ini menyentuh angka 1 juta unit lebih per tahun. Dipercaya, penjualan mobil di Indonesia di masa mendatang bakal tembus 2 juta unit.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memprediksi dalam 3 tahun lagi yakni di tahun 2020-an penjualan mobil melebihi 2 juta unit. Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Johnny Darmawan meyakini, perkiraan itu bisa saja dicapai.

"Hitungan aku, 1,8-1,9 juta kalau enggak ada krisis itu akan terjadi di 2018-2019. Kalau menurut aku kalau ditargetkan 2020-an feeling aku di atas 2 juta unit bisa. Karena kita punya motorization masih rendah. Kita kalah dengan Thailand," kata Johnny.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Indonesia dari 1.000 penduduk baru ada sekitar 70-80 yang mampu membeli mobil. Sementara di Thailand sudah lebih dari itu. Memang, sebelumnya penyebaran penjualan mobil di daerah di luar Pulau Jawa masih belum merata. Namun, menurut Johnny, saat ini banyak merek otomotif yang sudah menjangkau daerah-daerah di luar Pulau Jawa.

"Sekarang kan semua merek udah buka diler. Kalau dulu kan susah. Hampir 80-90 persen penjualan itu terjadi di Pulau Jawa, 40-50 persen di sekitar Jakarta. Sekarang kan Pulau Jawa hanya 60-70 persen. Di tempat lain udah 40 persenan. Jadi udah mulai naik, Sumatera naik, Sulawesi naik," tutur Johnny.

Sebelumnya, dikatakan Airlangga, tahun 2020 pasar otomotif akan mencapai 2,2 juta unit. Apalagi, di bidang industri otomotif, Indonesia juga memiliki daya saing yang kuat.

"Dan kami juga meminta produsen untuk meningkatkan pasar ekspor dimana ekspor memiliki potensi yang besar dimana Indonesia memiliki kapasitas sebesar 1,6 juta dengan market dalam negeri sebesar 1,2 juta, ekspor 200.000 dan ini pula yang akan didorong karena pendalaman struktur tier 1,2, dan 3 juga untuk meningkatkan industri nasional," ujar Airlangga beberapa waktu lalu. (rgr/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads